DHARMASRAYA | Go Indonesia.id β Di balik ketenangan wilayah dan aktivitas masyarakat yang terus bergerak, ada sosok prajurit yang senantiasa hadir menjaga stabilitas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Sosok tersebut adalah Danramil 10/Koto Baru Kodim 0310/SSDP, Kapten Cke Jarman.
Bincang santai berlangsung di sela pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pulau Punjung, Senin (17/8/2026). Dalam kesempatan itu, Kapten Cke Jarman mengungkapkan bahwa tugas seorang Danramil bukan semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga memastikan kehadiran TNI benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebagai Komandan Koramil 10/Koto Baru, Kapten Cke Jarman mengemban tanggung jawab pembinaan teritorial di wilayah sekitar Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Tugas tersebut menuntut kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintahan nagari, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga seluruh elemen masyarakat.
βDi tengah dinamika kehidupan masyarakat, seorang Danramil harus mampu membangun komunikasi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di wilayah bisa diketahui lebih awal dan dicarikan solusinya secara bersama-sama,β ujar Jarman.
Mengabdi Bukan Sekadar Menjaga
Bagi Kapten Cke Jarman, pengabdian seorang prajurit tidak berhenti pada tugas menjaga wilayah. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, ketahanan wilayah, serta kebersamaan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial.
Dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, personel Koramil diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari solusi. Mulai dari kegiatan sosial, gotong royong, pembinaan generasi muda, pendampingan masyarakat, hingga membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di wilayah.
Prinsipnya sederhana: TNI hadir bersama rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan bekerja untuk kepentingan rakyat.
Merawat Kebersamaan di Tengah Masyarakat
Wilayah teritorial Koramil 10/Koto Baru memiliki karakter masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan humanis, komunikasi terbuka, serta kemampuan untuk membangun kepercayaan.
Kapten Cke Jarman bersama jajarannya terus mendorong terciptanya hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Sebab, kekuatan pertahanan wilayah tidak hanya dibangun melalui kesiapan personel, tetapi juga melalui kepercayaan dan kebersamaan masyarakat.
Ketika komunikasi terjalin dengan baik, berbagai persoalan sosial dapat diantisipasi bersama. Masyarakat pun memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Babinsa, Garda Terdepan di Tengah Rakyat
Di tingkat lapangan, Babinsa menjadi salah satu ujung tombak pembinaan teritorial. Mereka hadir di nagari-nagari, menyambangi warga, berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan, serta mengikuti perkembangan situasi di wilayah binaannya.
Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan komunikasi antara TNI dan masyarakat tetap terjaga.
Sebagai Danramil, Kapten Cke Jarman memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh jajaran Babinsa menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan profesional, sekaligus tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
βBabinsa merupakan ujung tombak di lapangan. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat harus terus dijaga. Kita ingin keberadaan Babinsa benar-benar memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,β katanya.
Pengabdian yang Tak Banyak Disorot
Pengabdian prajurit teritorial sering kali berlangsung jauh dari sorotan. Tidak selalu berada di medan pertempuran, tetapi hadir dalam keseharian masyarakat.
Mereka membantu ketika masyarakat membutuhkan, ikut bergotong royong ketika lingkungan membutuhkan tenaga, serta berdiri bersama masyarakat ketika menghadapi berbagai persoalan.
Di situlah makna pengabdian seorang Danramil dan para Babinsa menemukan bentuknya.
Kapten Cke Jarman bukan sekadar seorang komandan yang berada di balik meja dan dinding markas Koramil. Ia adalah bagian dari denyut kehidupan masyarakat di wilayah teritorialnya.
Melalui kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian yang konsisten, Koramil 10/Koto Baru diharapkan terus menjadi kekuatan teritorial yang dekat dengan rakyat serta mampu berkontribusi dalam menciptakan wilayah yang aman, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan.
Karena bagi seorang prajurit, pengabdian bukan tentang seberapa sering namanya disebut, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
βSelama kita masih diberi amanah untuk mengabdi, maka sebisa mungkin kita harus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,β tutup Kapten Cke Jarman.
Amat/ Jurnalis Go Indonesia







