Jalan Bukit Hujan Terwujud Berkat CSR PT TKA, Perjuangan Bupati Annisa Suci Ramadhani Berbuah Semangat Baru

IMG 20260818 WA0239

DHARMASRAYA | Go Indonesia.id– Harapan masyarakat Nagari Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, untuk memiliki akses jalan yang lebih layak perlahan mulai terwujud.

Jalan Bukit Hujan yang selama ini dikenal sebagai salah satu akses sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini mendapat penanganan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama PT TKA melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).(18/8/26)

Bacaan Lainnya

Advertisement

Pembangunan jalan tersebut terus dikebut. Hingga akhir Agustus 2026, direncanakan dilakukan pengecoran pada tiga titik tanjakan ekstrem, yakni Bukit Hujan, Bukit Limau Purut, dan Bukit Manggis.

Bagi masyarakat, Jalan Bukit Hujan bukan sekadar ruas jalan.

Di balik namanya tersimpan cerita panjang tentang keterisolasian, perjuangan, serta harapan yang telah dinantikan selama kurang lebih dua puluh tahun.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah.

Perjuangan dan komunikasi intens yang dibangun Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dengan manajemen PT TKA akhirnya membuahkan hasil. Aspirasi masyarakat di kawasan tersebut mendapat perhatian dan diwujudkan melalui dukungan pembangunan infrastruktur.

Penanganan Jalan Bukit Hujan dilakukan sepanjang sekitar 1.769 meter pada tiga titik prioritas, dilanjutkan dengan pengerasan serta pembangunan rigid beton pada tiga tanjakan paling ekstrem.

Terobosan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan, sejak awal memimpin, Bupati Annisa Suci Ramadhani menyadari bahwa kemampuan fiskal daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) dan belum optimalnya sumber-sumber pendapatan daerah terjadi di tengah kebutuhan pembangunan masyarakat yang terus meningkat.

Kondisi tersebut, kata Medison, menjadi tantangan yang harus dijawab dengan berbagai terobosan agar pembangunan tetap berjalan.

β€œKarena itu, Bupati Annisa tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk berhenti membangun. Kerja sama dengan PT TKA dalam pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Medison, mantan Sekda Solok tersebut.

CSR PT TKA Lahir dari Komunikasi Pemerintah dan Perusahaan

Terpisah, General Affair PT TKA, Syaiful R, mengatakan pembangunan jalan tersebut lahir dari komunikasi dan kerja sama yang baik antara perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

β€œIbu Bupati Annisa mengundang kami. Beliau menjalin komunikasi yang sangat intens dengan kami untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di nagari-nagari sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Besar, Burhanuddin, mengatakan pengerjaan jalan di kawasan Bukit Hujan merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat.

Sejak perusahaan mulai beroperasi di wilayah tersebut, masyarakat terus berharap agar jalan tersebut dapat diperbaiki dan dibangun secara lebih permanen. Pada masa kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, harapan tersebut akhirnya mulai diwujudkan.

β€œAtas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT TKA yang telah menjawab harapan masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Akses Kesehatan Semakin Cepat

Menurut Burhanuddin, pembangunan jalan tersebut tidak hanya membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman. Jalan yang baik juga membuka akses menuju kehidupan yang lebih baik, terutama dalam hal pelayanan kesehatan.

Salah satu manfaat yang paling dirasakan nantinya adalah akses menuju Puskesmas Sungai Limau. Sebelumnya, perjalanan melalui jalan alternatif membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Dengan terbukanya akses Jalan Bukit Hujan, waktu tempuh diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.

β€œKetika ada warga yang membutuhkan penanganan medis segera di UGD, ibu hamil yang hendak melahirkan, korban kecelakaan maupun pasien dalam kondisi kritis, setiap menit perjalanan dapat menjadi sangat berharga,” tambah Burhanuddin.

Karena itu, jalan yang lebih baik bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Membuka Akses Pendidikan dan Menggerakkan Ekonomi

Tokoh masyarakat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya dari Fraksi Gerindra, M. Yasin, menilai terobosan yang dilakukan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui kolaborasi dengan dunia usaha memiliki dampak yang luas bagi masyarakat.

Menurutnya, perbaikan Jalan Bukit Hujan juga diharapkan semakin membuka akses pendidikan bagi anak-anak Nagari Lubuk Besar.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak anak-anak Lubuk Besar yang dapat melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Asam Jujuhan di Alahan Nan Tigo maupun SMPN 1 Asam Jujuhan di Sungai Limau.

Akses yang semakin mudah diharapkan turut mendorong perkembangan kedua sekolah tersebut sekaligus memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda.

Dari sisi ekonomi, jalan yang layak juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Biaya transportasi dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan aktivitas ekonomi masyarakat berpotensi semakin berkembang.

Akses tersebut juga akan memudahkan aparatur pemerintah dalam menjangkau masyarakat.

M. Yasin bahkan masih mengingat sebuah peristiwa yang menggambarkan beratnya medan menuju Nagari Lubuk Besar.

β€œBagi masyarakat, beton yang kelak mengeras di tiga tanjakan tersebut bukan hanya pembangunan fisik. Ini menjadi simbol dari penantian panjang yang akhirnya mulai terbayarkan. Sebuah jalan yang membuka harapan baru bagi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan masa depan masyarakat,” tutup M. Yasin.

Mempererat Hubungan Dua Nagari

Wali Nagari Alahan Nan Tigo, Ismet Suhendro, mengatakan pembangunan jalan bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga semakin mempererat hubungan sosial masyarakat dua nagari yang selama ini memiliki ikatan kekerabatan yang kuat.

Warga kedua nagari saling berkunjung dan memiliki berbagai aktivitas yang saling berkaitan. Bahkan, banyak masyarakat Alahan Nan Tigo yang memiliki kebun di sekitar kawasan tersebut.

Dengan akses jalan yang semakin baik, aktivitas menuju kebun maupun pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Bukan Sekadar Jalan

Jalan Bukit Hujan mungkin hanya membentang sekitar 1,7 kilometer. Namun bagi masyarakat Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, jalan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.

Ia bukan sekadar tanah yang diperkeras, bukan sekadar tanjakan yang dicor, dan bukan sekadar proyek pembangunan.

Jalan ini adalah penghubung menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, pendidikan yang lebih mudah dijangkau, roda ekonomi yang lebih lancar, serta hubungan sosial masyarakat yang semakin erat.

Setelah puluhan tahun menunggu, harapan itu kini perlahan menemukan jalannya.

Dengan dukungan CSR PT TKA dan perjuangan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, masyarakat Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo kini menatap masa depan dengan semangat dan harapan baru.

β€œJalan ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan masa depan yang lebih baik,” tutup Ismet Suhendro.

Mat/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait