GORONTALO | Go Indonesia.id— Forum Solidaritas Mahasiswa Peduli HAM dan Demokrasi West Papua (FSMPMD-WP) Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap dengan mengangkat tema “Papua Darurat Militer dan Krisis Kemanusiaan”.
Dalam pernyataannya, FSMPMD-WP mengusung isu sentral “Menolak Lupa Hari New York Agreement 1962 dan Rasisme 19 Agustus 2019”. Forum tersebut menilai berbagai peristiwa sejarah yang berkaitan dengan Papua tidak boleh dilupakan dan perlu terus dibahas secara kritis dalam perspektif hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan.(19/8/26).
FSMPMD-WP menyoroti New York Agreement 15 Agustus 1962 sebagai salah satu momentum penting dalam sejarah politik Papua. Menurut forum tersebut, perjanjian tersebut perlu dikaji secara kritis karena berkaitan dengan proses politik yang kemudian menentukan perjalanan masa depan Papua.
“Sejarah ini tidak boleh dipaksa untuk dilupakan,” demikian sikap yang disampaikan FSMPMD-WP Gorontalo.
Selain persoalan sejarah politik Papua, forum tersebut juga mengangkat kembali peristiwa Agustus 2019, ketika gelombang aksi dan ketegangan terkait dugaan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua terjadi di sejumlah daerah.
FSMPMD-WP menilai persoalan diskriminasi dan rasisme terhadap masyarakat Papua harus menjadi perhatian serius negara.
Sembilan Tuntutan FSMPMD-WP
Dalam pernyataan sikapnya, FSMPMD-WP Gorontalo menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
Menarik pasukan militer organik maupun nonorganik dari seluruh wilayah Tanah Papua serta mendorong penyelesaian persoalan keamanan melalui pendekatan yang mengutamakan perlindungan masyarakat sipil.
Menghentikan segala bentuk rasisme dan diskriminasi terhadap masyarakat Papua dan masyarakat dari kawasan Indonesia Timur.
Menolak aktivitas pertambangan ilegal di seluruh wilayah Tanah Papua serta meminta adanya pengawasan dan penegakan hukum terhadap kegiatan yang diduga melanggar ketentuan.
Mendorong pengusutan secara transparan terhadap berbagai dugaan pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap masyarakat sipil di Papua, termasuk kasus penembakan di Maybrat serta dugaan kekerasan terhadap mahasiswa dalam aksi-aksi damai. Forum meminta setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti melalui proses hukum yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Membuka akses bagi jurnalis nasional maupun internasional untuk melakukan peliputan di seluruh wilayah Papua sehingga kondisi di lapangan dapat diketahui secara lebih terbuka.
Mendorong pemerintah melakukan evaluasi dan penguatan kembali kerangka hukum HAM di Indonesia, termasuk ketentuan dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
Meminta penghentian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Papua sampai terdapat mekanisme yang dinilai sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Mendorong pengakuan dan penguatan hukum adat serta hak masyarakat adat Papua, termasuk perlindungan terhadap tanah dan sumber daya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat.
Mendorong adanya ruang dialog dan mekanisme politik yang demokratis mengenai hak penentuan nasib sendiri bangsa Papua, sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional.
Serukan Solidaritas dan Perdamaian
FSMPMD-WP Gorontalo menegaskan bahwa penyampaian sikap tersebut merupakan bagian dari upaya menyuarakan persoalan HAM, demokrasi, diskriminasi, serta perlindungan masyarakat sipil di Papua.
Forum juga mengajak mahasiswa, masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan di Papua secara kritis dan damai.
FSMPMD-WP berharap pemerintah tidak mengabaikan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Papua maupun kelompok masyarakat yang peduli terhadap persoalan Papua.
“Salam Juang! Salam Pembebasan Nasional Bangsa Papua! Salam Revolusi!” demikian seruan FSMPMD-WP Gorontalo dalam pernyataan sikapnya.
Pernyataan tersebut ditutup dengan pesan solidaritas: Koya, Amakanie, Dormun, Tabea, Nayak, Walak, Kinaonak Hoo, Waa… Waa… Waa… Ide!
Agustinus Selegani/Jurnalis Go Indonesia
Sumber /Tim Penggerak FSMPMD-WP Gorontalo
Kawan Mena
Kawan Mecki

