Pedagang Pasar Tanjung Bajure Disebut Dibantu Akses Modal, Bank Kerinci Diminta Buka Penjelasan

IMG 20260917 WA0310

SUNGAI PENUH | Go Indonesia.Id – Upaya membantu pedagang Pasar Tanjung Bajure mendapatkan tambahan modal usaha disebut terus dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Bank Kerinci.

Kabid Pengelola Pasar Dinas Perindag, Hendra Nasution, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut salah satunya diarahkan untuk membuka akses pembiayaan bagi pedagang, sehingga mereka tidak harus bergantung pada pinjaman rentenir ketika membutuhkan tambahan modal.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut Hendra, pembiayaan melalui lembaga perbankan diharapkan menjadi alternatif bagi pedagang yang membutuhkan modal usaha. Hal itu dinilai penting mengingat pinjaman kepada rentenir umumnya memiliki beban bunga yang cukup tinggi.

Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi awak media kepada pihak Bank Kerinci. Konfirmasi dilakukan untuk memastikan kebenaran adanya kerja sama kelembagaan antara Disperindag dan Bank Kerinci, khususnya terkait fasilitas pembiayaan atau kredit bagi pedagang Pasar Tanjung Bajure.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberimbangan pemberitaan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya bersumber dari satu pihak.

Namun, saat awak media mendatangi Bank Kerinci untuk meminta penjelasan dari pimpinan atau pihak yang berwenang memberikan keterangan, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai kerja sama tersebut.

Salah seorang karyawan Bank Kerinci yang ditemui awak media dan meminta namanya tidak disebutkan menyampaikan bahwa pihak bank tidak memberikan informasi terkait persoalan perbankan. Menurutnya, keterangan kepada media akan diberikan apabila pihak bank nantinya mengundang media.

Sikap tersebut patut menjadi perhatian, sebab informasi yang hendak dikonfirmasi media bukan menyangkut data pribadi nasabah, rekening, jumlah pinjaman, agunan, maupun rahasia perbankan lainnya.

Konfirmasi yang diminta hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya kerja sama secara kelembagaan serta informasi umum mengenai program pembiayaan bagi pedagang Pasar Tanjung Bajure.

Jika kerja sama tersebut memang benar, penjelasan resmi Bank Kerinci dinilai penting agar pedagang mendapatkan informasi yang jelas mengenai bentuk program, mekanisme pengajuan, persyaratan, serta pihak-pihak yang dapat mengakses fasilitas pembiayaan tersebut.

Sebaliknya, apabila terdapat perbedaan informasi mengenai bentuk maupun pelaksanaan kerja sama, keterangan dari Bank Kerinci juga diperlukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Media memahami bahwa sektor perbankan memiliki ketentuan terkait kerahasiaan data nasabah. Karena itu, permintaan konfirmasi tidak diarahkan untuk memperoleh informasi individual atau data yang bersifat rahasia.

Yang dipertanyakan adalah informasi kelembagaan dan program secara umum, khususnya apakah benar terdapat kerja sama antara Disperindag dan Bank Kerinci dalam memberikan akses pembiayaan kepada pedagang Pasar Tanjung Bajure.

Hingga berita ini diterbitkan, bentuk dan mekanisme kerja sama tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Bank Kerinci.

Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Bank Kerinci untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan resmi.

Keterangan tersebut penting untuk melengkapi pemberitaan sekaligus memberikan informasi yang utuh dan berimbang kepada masyarakat, terutama para pedagang Pasar Tanjung Bajure yang membutuhkan akses permodalan usaha.

Media menunggu jawaban resmi Bank Kerinci: apakah kerja sama tersebut benar ada, dan jika benar, seperti apa bentuk serta mekanisme pembiayaannya?

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait