Ketum FORSIMEMA-RI: Desak Pemerintah Prabowo -Gibran Tambah Armada PT Pelni, Overcapaciti Dinilai Ancam Keselamatan Penumpang

IMG 20260716 WA02061

JAKARTA  | Go Indonesia.Id _Langkah yang sangat strategis dan krusial. Sebagai respons cepat terhadap pernyataan tersebut, urgensi penambahan armada laut PT Pelni di era pemerintahan Prabowo-Gibran memang menjadi kebutuhan nyata, terutama demi menjaga keselamatan, kenyamanan, dan konektivitas antarpulau di Indonesia,(16/7/26).

​Masalah overcapacity (kelebihan muatan) bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan taruhan keselamatan jiwa di laut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Berikut adalah beberapa poin penting mengapa dorongan dari Syamsul Bahri sebagai Ketum FORSIMEMA-RI ini sangat relevan untuk segera direspons oleh pemerintah:

​1. Keselamatan Pelayaran Adalah Harga Mati

* ​Risiko Tinggi: Membiarkan kapal beroperasi melebihi kapasitas yang ditentukan (terutama pada musim mudik atau libur nasional) sangat membahayakan stabilitas kapal di tengah cuaca laut yang tidak menentu.

* ​Standar Internasional: Indonesia sebagai negara maritim besar harus menunjukkan komitmen kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran global (SOLAS).

​2. Pemerataan Logistik dan Konektivitas Nusantara
​Kapal Pelni bukan hanya sarana transportasi manusia, tetapi juga urat nadi distribusi logistik (Tol Laut) ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

* ​Armada baru yang lebih modern akan mempercepat mobilitas barang, menekan disparitas harga, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah terpencil.

​3. Peremajaan Armada yang Sudah Berumur

​Banyak kapal Pelni yang saat ini beroperasi merupakan armada lama yang membutuhkan biaya perawatan (maintenance) tinggi.

Penambahan kapal baru akan menjadi investasi jangka panjang yang efisien sekaligus meningkatkan performa ketepatan waktu (on-time performance).

Suara dari forum media seperti FORSIMEMA-RI memiliki peran vital sebagai kontrol sosial sekaligus mitra strategis pemerintah untuk memastikan bahwa visi maritim Indonesia tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga nyata dalam pelayanan publik di samudera.

​Dorongan ini diharapkan mampu mempercepat koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan PT Pelni dalam merealisasikan pengadaan armada baru demi pelayanan transportasi laut yang lebih manusiawi dan aman.

Penulis : Syamsul Bahri
Ketum FORSIMEMA-RI.


Advertisement

Pos terkait