MOROTAI | Go Indonesia.id β Persiapan pelaksanaan Morotai Festival (Morofest) 2026 mulai memasuki tahap pemasangan fasilitas utama. Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai memasang rangka panggung utama di kawasan Central Business District (CBD), tepatnya di depan Morotai Mall.
Pantauan Go Indonesia.id, Selasa (6/10/2026), rangka panggung terlihat mulai dipasang melintang di atas ruas jalan di depan Morotai Mall, kawasan CBD.
Sejumlah struktur baja berwarna perak telah berdiri di badan jalan. Empat tiang utama terlihat menjadi penyangga rangka, sementara bagian atas panggung baru sebagian terpasang. Pada bagian bawah, rangka lantai panggung juga mulai dipasang dan menutupi sebagian besar badan jalan.
Pemasangan tersebut masih berlangsung. Sejumlah material dan kendaraan pengangkut terlihat berada di sekitar lokasi pekerjaan. Akses kendaraan pada ruas jalan tersebut ditutup selama proses pemasangan, sementara lokasi tersebut merupakan salah satu akses masyarakat menuju kawasan pasar dan Kantor Pemerintahan Terpadu.
Dari pantauan di lokasi, fasilitas panggung yang dipasang tersebut masih berupa kerangka dan belum dilengkapi lantai, penutup maupun ornamen pendukung lainnya.
Penutupan akses tersebut menjadi perhatian warga, terutama pengendara yang biasa melintasi ruas jalan tersebut untuk menuju pasar maupun kawasan perkantoran.
Rizki, salah seorang pengendara motor, mempertanyakan pemasangan panggung baru di kawasan tersebut. Menurutnya, kawasan CBD sebelumnya telah memiliki panggung dan sejumlah fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan Morofest.
βKalau di lokasi CBD sudah tersedia panggung dan fasilitas pendukung lainnya, kenapa harus dipasang lagi? Kalau memang fasilitas yang ada masih kurang, seharusnya bisa ditambah atau disesuaikan dengan kebutuhan,β kata Rizki, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia perlu dipertimbangkan agar kebutuhan festival tetap terpenuhi tanpa harus membuat fasilitas baru secara keseluruhan.
βKalau memang yang sudah ada bisa dipakai, lebih baik dimanfaatkan. Kalau ada yang kurang, tinggal ditambah sesuai kebutuhan,β ujarnya.
Rizki juga meminta pemerintah memperhatikan dampak pemasangan panggung terhadap aktivitas masyarakat, mengingat ruas jalan tersebut menjadi akses menuju pasar.
βJangan sampai karena persiapan festival, akses masyarakat justru terganggu. Masyarakat setiap hari menggunakan jalan ini untuk ke pasar maupun aktivitas lainnya,β katanya.
Selain persoalan akses, Rizki menilai pemerintah daerah perlu memperhatikan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Morotai. Musim kering yang berlangsung saat ini telah diikuti kebakaran lahan di sejumlah titik serta kabut asap yang mengganggu jarak pandang.
βSekarang kita sedang ditimpa El Nino. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di berbagai titik di Pulau Morotai. Belum lagi kabut asap yang menyebabkan jarak pandang terganggu,β ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan persoalan yang juga membutuhkan perhatian pemerintah karena berkaitan dengan keselamatan dan aktivitas masyarakat.
βSemestinya pemerintah fokus dulu pada persoalan vital daerah yang sekarang kita alami. Festival tetap penting, tetapi kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat juga harus menjadi perhatian,β katanya.
Ia berharap pelaksanaan Morofest tetap berjalan, namun persiapan kegiatan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Mirsa | Jurnalis Go Indonesia.id



