Blokade Sabatai-Sabala Tahan 100 Mobil Angkutan, Sopir Desak Bupati Turun Tangan

IMG 20261104 WA0152

MOROTAI | Go Indonesia.id — Blokade jalan di Desa Sabatai Tua dan Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, berdampak pada aktivitas transportasi dari tiga kecamatan. Sekitar 100 mobil angkutan penumpang dari Morotai Timur, Morotai Utara, dan Morotai Jaya sempat mengantre akibat akses menuju Daruba tertutup, Selasa, 3 November 2026.

Para sopir meminta pemerintah daerah segera turun tangan dan berkoordinasi dengan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan yang memicu pemblokiran jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sumarjo Taba, sopir angkutan dari Morotai Utara, mengaku sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIT. Menurut dia, pemerintah daerah sempat mendatangi lokasi pada pagi hari, tetapi belum menghasilkan solusi.

“Saya dari pukul 09.00 WIT sudah berada di sini. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Tadi pagi pemerintah daerah sudah turun, tetapi solusinya belum didapat. Jadi, kami masih menunggu apakah jalan ini dibuka atau belum,” kata Sumarjo saat ditemui di lokasi pemblokiran.

Ia berharap akses jalan segera dibuka agar perjalanan menuju Daruba bisa dilanjutkan. Menurut dia, sejumlah penumpang yang dibawanya memiliki keperluan di ibu kota kabupaten tersebut.

“Harapan saya, hari ini harus berangkat karena penumpang yang saya bawa punya keperluan di Daruba. Biar sampai pukul delapan atau sembilan malam, kami harus tembus. Saya berharap sore atau paling lambat malam jalan sudah dibuka,” ujarnya.

Sumarjo memperkirakan sekitar 100 mobil angkutan dari tiga kecamatan sempat mengantre sejak pagi. Namun, sebagian sopir memilih kembali karena tidak sanggup menunggu lebih lama.

“Hingga pukul 16.00 WIT, masih tersisa sekitar 75 mobil yang bertahan. Sebagian lainnya sudah kembali karena tidak tahan menunggu,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan seorang sopir angkutan dari Morotai Timur. Ia mengatakan perjalanan menuju Daruba terhenti akibat blokade yang dilakukan warga Sabatai Tua dan Sabala.

Menurut dia, aksi tersebut dipicu perubahan lokasi proyek pengaspalan hotmix yang sebelumnya direncanakan di ruas Sabatai-Sabala, tetapi disebut dialihkan ke Desa Juanga.

“Kami dari Morotai Timur menuju Daruba tertahan di Desa Sabatai. Masyarakat Desa Sabatai Tua dan Sabala melakukan blokade karena persoalan pengalihan proyek hotmix jalan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya datang ke lokasi, tetapi juga memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat kedua desa untuk membahas perubahan proyek tersebut.

“Kami meminta pemerintah daerah datang dan berkoordinasi dengan masyarakat kedua desa ini. Kalau perlu, ajak mereka ke dinas untuk hearing supaya ada solusi. Apa tujuannya, bagaimana prosesnya, dan apa hasilnya, sehingga jalan ini bisa dibuka,” katanya.

Sopir tersebut juga berharap Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai turun langsung menemui warga agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Harapan kami, Pak Bupati dan Pak Wakil datang supaya dicarikan solusi dan ada jalan keluar. Kalau begini terus, kasihan masyarakat,” ujarnya.

Blokade yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIT itu berlangsung hampir 11 jam. Setelah negosiasi yang melibatkan warga, anggota DPRD M. Johor Boleu, koordinator aksi Nurdin Amor, dan kepolisian, akses jalan dibuka kembali sekitar pukul 16.55 WIT.

Dalam kesepakatan tersebut, warga memberikan waktu tiga hari kepada Bupati Pulau Morotai untuk menemui masyarakat dan merespons tuntutan mereka.

Meski akses transportasi telah kembali dibuka, persoalan perubahan lokasi proyek jalan masih menunggu penjelasan pemerintah daerah.

Mirsa | Jurnalis Go Indonesia.id


Advertisement

Pos terkait