Anggaran Rp222 Juta, Proyek Jalan Beton di Tanjab Barat Diduga Asal Jadi! Adukan dan Besi Tulangan Jadi Sorotan!

IMG 20261103 WA0786

TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id – Pembangunan peningkatan jalan beton di Gang Pecahan KK, Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai sorotan. Proyek bernilai Rp222.686.351,00 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 itu diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis. Kualitas adukan beton hingga pemasangan besi penulangannya kini menjadi tanda tanya.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Selasa (3/11/2026), ditemukan kondisi pengerjaan yang memunculkan keraguan terhadap mutu konstruksi. Adukan beton diduga memiliki komposisi pasir dan batu yang lebih dominan, sementara kandungan semen dinilai kurang.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Tak hanya itu, pemasangan tulangan besi atau besi behel juga menjadi perhatian. Sebab, pada sebagian ruas jalan terlihat menggunakan besi penulang, sedangkan pada bagian lainnya diduga tidak dilengkapi tulangan besi.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius: apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), atau justru terdapat penyimpangan dalam pelaksanaannya?

Saat awak media berupaya meminta penjelasan kepada salah seorang pekerja yang berada di lokasi, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan terkait dugaan kualitas pekerjaan tersebut.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan itu tercatat sebagai Peningkatan PSU Permukiman Jalan Pecahan KK, dengan Nomor Kontrak SPK/287/DPKPP-3.2/IX/2026, masa pelaksanaan 60 hari kalender, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026, serta dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Lingkar Roro Jambi.

Dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp222 juta, masyarakat tentu berhak mendapatkan hasil pembangunan yang berkualitas, bukan sekadar jalan beton yang selesai dikerjakan tetapi diragukan ketahanan dan mutu konstruksinya.

Warga berharap Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemerintah Provinsi Jambi tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kualitas beton, komposisi material, ketebalan konstruksi, serta kesesuaian pemasangan tulangan dengan spesifikasi pekerjaan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak terkait diminta mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan, termasuk meminta penyedia jasa melakukan perbaikan apabila pekerjaan terbukti tidak memenuhi spesifikasi kontrak.

Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah dari uang rakyat hanya menghasilkan pembangunan yang dipertanyakan kualitasnya. Pengawasan harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis, bukan sebatas formalitas di atas kertas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Pemerintah Provinsi Jambi maupun CV. Lingkar Roro Jambi terkait dugaan tersebut.

Redaksi media masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait serta akan terus memantau perkembangan proyek tersebut.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait