Dua Anak Jadi Korban Serangan Tiga Anjing Liar di Tanjab Timur, Pemilik Belum Diketahui, Polisi Turun Tangan

IMG 20261028 WA0200

TANJAB TIMUR | Go Indonesia.Id – Serangan tiga ekor anjing liar terhadap dua bocah di Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, menjadi peringatan serius bagi keselamatan anak-anak di lingkungan permukiman.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 11.15 WIB di kawasan kebun Parit Tiga itu menyebabkan dua anak berinisial MY (6) dan MIY (7) mengalami luka gigitan serta cakaran di sejumlah bagian tubuh. Salah seorang korban bahkan mengalami luka gigitan di bagian belakang kepala.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kapolsek Kuala Jambi, IPDA Ekka Kasumyadi, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika Hamisah (30) mendengar teriakan anak-anak. Saat keluar rumah, ia melihat MY berlari pulang dan memberitahukan bahwa temannya, MIY, telah digigit anjing.

Mendapat informasi tersebut, Hamisah langsung menuju lokasi. Namun, setibanya di tempat kejadian, ia mendapati MIY masih diserang tiga ekor anjing liar.

Dalam serangan tersebut, satu anjing menggigit kaki kanan korban, anjing lainnya menggigit tangan kiri, sedangkan anjing ketiga menyerang bagian belakang kepala korban.

Melihat kondisi yang membahayakan, Hamisah berusaha menyelamatkan MIY dengan menggunakan kayu untuk memukul anjing-anjing tersebut hingga gigitan mereka terlepas.

Setelah berhasil diselamatkan, kedua bocah itu segera dibawa ke Puskesmas Kampung Laut untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat kejadian tersebut, MIY mengalami luka gigitan di bagian belakang kepala dan pergelangan kaki kanan, serta luka cakaran pada betis dan paha kanan. Sementara itu, MY mengalami luka cakaran di paha atas dan punggung sebelah kanan.

IPDA Ekka Kasumyadi menyampaikan bahwa kedua korban telah mendapatkan perawatan medis, termasuk suntikan vaksin rabies.

Pasca-kejadian, petugas kepolisian mendatangi lokasi, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Lurah Tanjung Solok untuk melakukan langkah mitigasi terhadap keberadaan anjing liar di kawasan tersebut.

Bhabinkamtibmas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pengawasan anjing peliharaan guna mencegah serangan serupa terulang.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah belum adanya warga yang mengaku sebagai pemilik ketiga anjing yang menyerang kedua bocah tersebut.

Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pihak terkait agar keberadaan anjing liar di sekitar permukiman tidak terus menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap hewan di lingkungan permukiman tidak boleh diabaikan. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan petugas kesehatan hewan perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk mengantisipasi potensi serangan berikutnya.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika anak-anak bermain atau melintas di kawasan yang berpotensi menjadi tempat berkeliarannya anjing.

Penanganan yang cepat terhadap korban patut menjadi langkah awal. Namun, upaya pencegahan dan pengawasan di lokasi kejadian juga penting agar peristiwa serupa tidak kembali mengancam keselamatan warga Tanjung Solok.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait