NATUNA | Go Indonesia.Id _Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai bergerak cepat mengevakuasi korban kecelakaan laut akibat kebakaran KM Timbul Barokah 2 di perairan utara Natuna. Sebanyak 11 awak kapal berhasil diselamatkan dan dievakuasi menggunakan KRI WIR-379 menuju Posal Sabang Mawang.
Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.I.P., P.S.C., menjelaskan bahwa respons cepat dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari nelayan setempat dan kapal yang lebih dulu memberikan pertolongan.
Insiden kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di koordinat 05°46.936′ N dan 107°29.840′ E, sekitar 81 mil laut dari perairan Pulau Laut, Natuna.
Begitu laporan diterima, unsur terdekat kami, KRI WIR-379 yang sedang patroli, langsung diperintahkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Danlanal Ranai.
Sebelumnya, seluruh korban telah lebih dulu dievakuasi oleh kapal nelayan KM Cahaya Abadi. Selanjutnya, KRI WIR-379 melaksanakan proses pemindahan atau ship to ship transfer terhadap 11 korban tersebut untuk dibawa ke Posal Sabang Mawang.
Setibanya di Posal Sabang Mawang pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 06.45 WIB, para korban langsung mendapatkan pemeriksaan dari tim kesehatan Lanal Ranai. Hasil pemeriksaan awal menyatakan seluruh korban dalam kondisi selamat dan stabil, meskipun beberapa mengalami trauma ringan serta luka lecet.
Berdasarkan keterangan awal awak kapal, kebakaran diduga dipicu oleh kompor minyak tanah yang masih menyala di dalam kapal. Guncangan ombak menyebabkan kompor terjatuh dan memicu api yang cepat membesar hingga menghanguskan kapal berbobot 28 GT tersebut. Namun, penyebab pasti kejadian masih akan didalami oleh pihak berwenang.
Nahkoda KM Timbul Barokah 2, Abdul Malik, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Kami sangat bersyukur bisa selamat. Terima kasih kepada nelayan yang menolong dan TNI AL yang segera mengevakuasi kami,” ujarnya.
Danlanal Ranai menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama, khususnya bagi nelayan yang beraktivitas di perairan Natuna yang dikenal dinamis.
TNI AL akan terus hadir dalam menjaga keselamatan di laut, termasuk melalui misi kemanusiaan seperti ini. Kami juga mengimbau pentingnya penerapan standar keselamatan, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR),” tegasnya.
Selanjutnya, para korban akan diserahkan kepada pihak keluarga dan instansi terkait untuk proses pemulangan. Sementara itu, investigasi lebih lanjut terkait penyebab kebakaran masih berlangsung.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam menjalankan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam misi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah perbatasan.
Reporter: Baharullazi







