BANGGAI ,NAMBO | Go Indonesia.id– Ruas jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Nambo Bosa, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, menjadi ruang penyampaian aspirasi publik pada Selasa pagi (5/5/2026).
Karang Taruna bersama Aliansi Pemuda Nambo menggelar aksi mimbar bebas, menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat lokal.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan TNI/Polri. Para peserta menyampaikan orasi secara bergantian, mengangkat isu minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal di tengah berkembangnya aktivitas industri di wilayah tersebut, khususnya yang dijalankan oleh PT Panca Amara Utama (PAU) bersama sejumlah vendor.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Nambo, Ahyar, dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran industri seharusnya membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal kesempatan kerja.
“Kami tidak menolak investasi. Namun kami ingin dilibatkan secara adil. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tegas Ahyar.
Ia menilai sistem rekrutmen yang diterapkan perusahaan dan mitra kerja masih menyulitkan tenaga kerja lokal. Persyaratan yang tinggi, menurutnya, tidak diimbangi dengan program pembinaan yang memadai bagi pemuda setempat.
Aksi ini juga menjadi momen penting bagi pemuda Nambo. Selama kurang lebih 15 tahun sejak hadirnya aktivitas industri di wilayah tersebut, Karang Taruna belum pernah melakukan aksi terbuka. Mimbar bebas ini disebut sebagai bentuk kerinduan pemuda untuk menyampaikan aspirasi secara kolektif dan terbuka.
“Ini bukan sekadar aksi, tapi momentum bagi kami untuk bersuara setelah sekian lama,” ujar Ahyar.
Dalam tuntutannya, Aliansi Pemuda Nambo menyampaikan tiga poin utama, pertama, transparansi kuota tenaga kerja lokal, kedua, penyediaan program pelatihan dan peningkatan kapasitas, dan ke tiga, pengawasan terhadap vendor dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Ahyar juga menekankan pentingnya peran PT PAU sebagai perusahaan induk dalam memastikan seluruh mitra kerja menjalankan proses perekrutan secara adil dan terbuka.
Menindaklanjuti aksi tersebut, pihak perusahaan disebut memberikan tanggapan serius. Pemerintah Kecamatan Nambo turut memfasilitasi ruang dialog antara perwakilan pemuda, pihak perusahaan, dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas tuntutan yang disampaikan.
Langkah ini diharapkan menjadi pintu awal terciptanya komunikasi yang konstruktif, sekaligus mencari solusi konkret agar keberadaan industri benar-benar memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat lokal.
Aksi ini mencerminkan harapan agar investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial melalui keterlibatan aktif tenaga kerja lokal.
Hingga berita ini diturunkan, proses dialog masih menunggu tindak lanjut resmi. Namun, suara yang disampaikan pemuda Nambo telah menegaskan satu hal mereka ingin dilibatkan, bukan diabaikan.
Redaksi

