Pengelola SPBUN Serasan Diduga Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi, Tuai Kritikan Keras

IMG 20260509 WA0194

NATUNA | Go Indonesia.Id – Sikap pengelola SPBUN di Kecamatan Serasan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, pengelola SPBUN disebut memblokir nomor wartawan saat hendak dikonfirmasi terkait berbagai keluhan nelayan mengenai pelayanan BBM subsidi jenis bio solar.(9/5/26).

Tindakan tersebut menuai kritikan keras dari masyarakat karena dinilai mencerminkan sikap tidak profesional dan anti terhadap keterbukaan informasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Padahal, SPBUN merupakan fasilitas penyalur BBM subsidi yang memiliki tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat, khususnya nelayan di wilayah Serasan Timur dan sekitarnya.

Sebelumnya, sejumlah nelayan mengeluhkan aturan pengambilan BBM subsidi yang disebut harus dihabiskan dalam waktu tiga hari.

Selain itu, nelayan juga mempertanyakan sistem penyaluran BBM yang masih menggunakan takaran biasa dan bukan meteran standar sebagaimana SPBU pada umumnya.

Saat media mencoba meminta klarifikasi terkait aturan tersebut kepada pengelola SPBUN yang diketahui berinisial IW, nomor wartawan justru diduga diblokir tanpa memberikan penjelasan apa pun.

Sikap tersebut dinilai semakin memperkuat kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan SPBUN.

Banyak pihak menilai, jika pengelola merasa kebijakan yang diterapkan sudah sesuai aturan, seharusnya tidak perlu menghindari konfirmasi media.

Wartawan bekerja untuk menyampaikan informasi kepada publik. Kalau nomor wartawan sampai diblokir saat konfirmasi, masyarakat tentu bertanya-tanya ada apa sebenarnya di balik pelayanan SPBUN itu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk instansi pengawas dan aparat berwenang, dapat turun tangan mengevaluasi pelayanan SPBUN di Kecamatan Serasan agar penyaluran BBM subsidi benar-benar berjalan transparan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBUN belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pemblokiran nomor wartawan maupun berbagai keluhan nelayan tersebut.

Reporter: Baharullazi


Advertisement

Pos terkait