Personel Kodim 0108/Agara Pasang Tiang Pancang Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Aceh Tenggara

IMG 20260530 WA0137

ACEH TENGGARA | Go Indonesia.Id – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali terlihat nyata dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pemasangan tiang pancang pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (29/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan gantung yang nantinya akan menjadi akses penghubung menuju kawasan perkebunan masyarakat. Kehadiran jembatan itu sangat dinantikan warga karena dinilai mampu mempermudah mobilitas serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sejak pagi hari, personel Babinsa bersama warga tampak bahu membahu melakukan pemasangan tiang pancang dengan penuh semangat. Suasana kekompakan dan kebersamaan begitu terasa saat seluruh masyarakat saling membantu mengangkat material, menyiapkan lokasi pekerjaan, hingga memastikan pemasangan tiang pancang berjalan sesuai kebutuhan konstruksi.

Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan Pinem, mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan di wilayah pedesaan.

Menurutnya, pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena akan membuka akses yang lebih aman dan layak menuju area perkebunan yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian warga.

β€œPembangunan jembatan gantung ini sangat penting untuk membantu memperlancar mobilitas masyarakat menuju perkebunan maupun sebaliknya. Dengan adanya akses yang lebih baik, masyarakat tentu akan lebih mudah membawa hasil panen dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Pelda Ahmad Saan Pinem.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan gotong royong tidak hanya bertujuan mempercepat proses pembangunan, tetapi sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

β€œMelalui semangat gotong royong, kami berharap masyarakat terus menjaga kekompakan, meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan desa, dan bersama-sama merawat fasilitas yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan bersama,” tambahnya.

Selama ini, masyarakat Desa Teger Miko harus melewati jalur yang cukup sulit untuk menuju perkebunan. Kondisi medan yang berat dan terbatasnya sarana penghubung sering menjadi kendala bagi warga, terutama saat membawa hasil perkebunan untuk dipasarkan. Karena itu, pembangunan jembatan gantung perintis ini diharapkan dapat menjadi solusi yang mampu meningkatkan kelancaran akses transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Di tengah keterbatasan peralatan, semangat kebersamaan antara Babinsa dan warga tetap terlihat kuat. Dengan kerja sama yang baik dan koordinasi yang teratur, proses pemasangan tiang pancang berjalan lancar dan aman. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan tingginya harapan warga terhadap segera terwujudnya jembatan tersebut.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan gantung bukan hanya sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi simbol harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan mempermudah aktivitas sehari-hari. Akses yang lebih baik diyakini akan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakat di wilayah pedalaman.

Melalui sinergitas antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Teger Miko diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan gotong royong ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih mudah terwujud apabila dilandasi semangat persatuan, kepedulian, dan kerja sama yang kuat antara aparat dan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi contoh positif kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya di daerah pedesaan, guna menciptakan fasilitas umum yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: Zikri


Advertisement

Pos terkait