DHARMASRAYA | Go Indonesia.idβ Pengabdian anggota Kepolisian tidak selalu ditunjukkan melalui penegakan hukum. Di tengah masyarakat, polisi juga hadir sebagai pelayan, pengayom, tempat warga menyampaikan berbagai persoalan, sekaligus mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Semangat tersebut tercermin dari kiprah sejumlah personel Polsek Sungai Rumbai, Polres Dharmasraya, di antaranya Aipda Muslim Buchari, S.H., Bhabinkamtibmas Nagari Sungai Limau, Bripka Diance Sufadli, Kanit Intel AKP Rudi Harianto, serta Aiptu Mushuri.
Dengan mengedepankan pendekatan humanis, para personel tersebut terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran mereka di tengah warga menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif.
Di bawah koordinasi Kapolpos Sungai Limau Aiptu Mushuri, pelaksanaan tugas pelayanan dan pembinaan masyarakat dilakukan melalui komunikasi yang terbuka, pendekatan persuasif, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.
Sebagai Bhabinkamtibmas, Aipda Muslim Buchari, S.H. memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kepolisian dan masyarakat Nagari Sungai Limau. Tugas tersebut tidak sebatas memberikan imbauan kamtibmas, tetapi juga menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan warga, serta mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Hal senada juga ditunjukkan Bripka Diance Sufadli melalui tugas pelayanan dan kedekatannya dengan masyarakat. Kehadiran personel Kepolisian di lapangan menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya datang ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga berupaya melakukan pencegahan dengan membangun komunikasi sejak dini.
Bagi masyarakat, kehadiran polisi yang mau turun langsung, mendengar dan berkomunikasi tentu memiliki arti penting. Sebab, menciptakan keamanan bukan semata-mata tugas Kepolisian, melainkan membutuhkan sinergi bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Komunikasi yang baik memungkinkan berbagai persoalan di tengah masyarakat diketahui lebih cepat, sehingga langkah pencegahan maupun penyelesaian dapat dilakukan secara bersama-sama.
Kiprah Aipda Muslim Buchari, S.H., Bripka Diance Sufadli, AKP Rudi Harianto, dan Aiptu Mushuri menggambarkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana namun memiliki makna besar: hadir, mendengar, membantu, mengayomi, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Polisi yang humanis bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Lebih dari itu, polisi dituntut mampu hadir sebelum persoalan berkembang, mendengar sebelum keluhan menjadi konflik, serta membangun komunikasi agar masyarakat merasa memiliki mitra dalam menjaga lingkungannya.
Kehadiran personel Polsek Sungai Rumbai tersebut menjadi bagian dari wajah pelayanan Kepolisian yang mengedepankan kedekatan, kepedulian dan pengabdian.
Sebuah pesan sederhana namun kuat: keamanan tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Terkadang, keamanan tumbuh dari langkah paling dekat dengan masyarakatβhadir di tengah warga, mendengar suara mereka, membangun komunikasi, dan berjalan bersama menjaga lingkungan.
Amat/Jurnalis Go Indonesia







