Silek Pangian Batu Kangkung, Warisan Leluhur yang Terus Terjaga di Alahan Nan Tigo

0a 225

DHARMASRAYA | Go Indonesia.id– Di tengah perkembangan zaman yang terus di gempur modernisas Seirin waktu,tradisi dan budaya warisan leluhur Silek Pangian masih tetap hidup di tengah masyarakat Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya.Propinsi Sumatera Barat.

Salah satunya adalah Silek Pangian Batu Kangkung, seni bela diri tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

salah satu anak pengurus laman Silek Pangian Yunus menceritakan kepada awak media dalam pesan WhatsApp, “Silek Pangian bukan sekadar seni bela diri.Tradisi ini menjadi bagian dari identitas budaya yang terus dijaga, dirawat dan diwariskan oleh nenek moyang kami kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,”ucapnya.

Dimana keunikan Silek Pangean yang masih dipertahankan hingga kini gerakannya silek Pangian
ini tidak mempunyai jurus, melainkan hanya langkah empat ,”jelas yunus lagi Rabu (19/8/2026).

Menurut Yunus, keunikan tersebut menjadi salah satu kekayaan tersendiri bagi Silek Pangian.

Gerakan yang diwariskan para pendahulu tidak hanya mengandung unsur bela diri, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai disiplin, ketangkasan, ketekunan dan kebersamaan,”terangnya.

Adapun Struktur Guru dan Pengajaran dilapangan
Dalam menjaga keberlangsungan Silek Pangian Batu Kangkung memiliki struktur pengajaran yang tetap berjalan hingga saat ini.

Yang mana guru Silek Pangian Bapak Bahusin menjadi sosok yang bertanggung jawab dalam menjaga serta meneruskan pengetahuan dan tradisi Silek Pangian kepada generasi berikutnya.

Dalam proses pengajaran di lapangan, atau disebut o Tuo laman yakni bapak M. Zaman, dibantu oleh empat orang dilapangan yang disebut sebagai β€œempat laman”. Mereka berperan membantu proses pembelajaran dan mendampingi para murid dalam mempelajari gerakan serta tata cara Silek Pangian.tambah yunus lagi.

Selain guru dan empat yang membantu guru,atau orang empat laman, keberadaan kepengurusan serta unsur organisasi lainnya turut mendukung keberlangsungan kegiatan Silek Pangian tersebut.

Keberadaan struktur tersebut menunjukkan bahwa Silek Pangian tidak hanya dipertahankan sebagai tradisi secara turun-temurun, tetapi juga dikelola secara lebih terorganisasi agar tetap eksis dan dapat diwariskan kepada generasi muda sampai saat ini.

Menjaga Warisan di Tengah Perubahan Zaman

Pelestarian Silek Pangian Batu Kangkung menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Nagari Alahan Nan Tigo. Di tengah arus modernisasi, keberadaan seni tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang diwariskan nenek moyang tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal Silek Pangian sebagai seni bela diri, tetapi juga memahami sejarah, filosofi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan terus dilatih, diajarkan dan diwariskan, Silek Pangian Batu Kangkung diharapkan tetap hidup dari generasi ke generasi, menjadi kebanggaan masyarakat Alahan Nan Tigo sekaligus salah satu kekayaan budaya Kabupaten Dharmasraya.

Silek Pangian bukan sekadar gerakan. Ia adalah warisan, identitas dan jejak para leluhur yang terus dijaga agar tetap hidup di masa depan, “tutup yunus meng akhiri pesan WhatsApp nya.

Amat/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait