MOROTAI | Go Indonesia.id β Waterfront City (WFC) Zona 1 di kawasan pesisir Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, merupakan salah satu buah tangan pembangunan yang ditinggalkan almarhum Benny Laos saat memimpin Kabupaten Pulau Morotai.
Pembangunan kawasan ini mulai dikerjakan pada 2018 dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD. WFC ditata sebagai bagian dari pengembangan kawasan pesisir Kota Daruba sekaligus ruang publik bagi masyarakat.
Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian WFC Zona 1 kini mulai mengalami kerusakan. Jalur pedestrian di sisi pesisir terlihat tidak lagi dalam kondisi baik. Beberapa bagian struktur kayu tampak lapuk dan rusak, sementara sejumlah fasilitas lainnya juga membutuhkan perhatian.
Kerusakan juga terlihat mencolok pada ikon kawasan yang bertuliskan βMOROTAI DALOHAβ. Sejumlah rangka besi pada ikon tersebut tampak berkarat dan mengalami kerusakan, sementara beberapa bagian papan hurufnya terlihat sudah terlepas dari rangka. Kondisi ini membuat tampilan ikon yang menjadi salah satu penanda kawasan pesisir tersebut terlihat tidak terawat.
Ikon βMOROTAI DALOHAβ sendiri menjadi elemen visual yang memperkuat identitas kawasan WFC sekaligus merepresentasikan nama Pulau Morotai. Keberadaannya menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung ketika berada di kawasan pesisir Kota Daruba. Namun, kondisi fisik yang mulai rusak membuat keberadaan ikon tersebut kini membutuhkan perhatian dan perawatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena WFC merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun dengan anggaran pemerintah dan menjadi bagian dari wajah kawasan pesisir Kota Daruba.
Salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, dan hanya menyebut dirinya berasal dari Posi-Posi Rao, turut menyoroti kondisi tersebut. Warga tersebut ditemui Go Indonesia.id saat bersantai di Taman Kota sambil menikmati jagung rebus yang digenggamnya.
Menurutnya, WFC merupakan fasilitas yang seharusnya terus dijaga dan dirawat agar tetap dapat dinikmati masyarakat Jum’at, (21/8/2026)
Bagi masyarakat, WFC bukan hanya sekadar bangunan di tepian laut, tetapi juga menjadi salah satu jejak pembangunan yang pernah digagas pada masa kepemimpinan almarhum Benny Laos.
Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dapat memberikan perhatian terhadap kondisi WFC Zona 1 melalui pemeliharaan maupun perbaikan fasilitas yang mulai rusak.
Jangan sampai buah tangan pembangunan yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Morotai tersebut perlahan kehilangan fungsi dan keindahannya karena minim perawatan.
Pemeliharaan dinilai penting agar kawasan WFC tetap dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjaga salah satu jejak pembangunan di pesisir Kota Daruba agar tetap bertahan dalam jangka panjang.
mir/Jurnalis Go Indonesia







