Prof Sutan Nasomal Dorong Aceh Singkil dan Subulussalam Jadi Satu Dapil, Dinilai Permudah Perjuangan Politik Rakyat

IMG 20260523 WA0335

ACEH SINGKIL | Go Indonesia.Id – Wacana penyatuan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil dalam satu daerah pemilihan (dapil) kembali menguat. Aspirasi tersebut kini mendapat dukungan dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH. MH, Pakar Hukum Internasional sekaligus Penanggungjawab Timpas1, yang meminta langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar mendorong pembahasan serius terkait pembentukan satu dapil bagi Aceh Singkil dan Subulussalam.

Dalam keterangannya dari Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia di kawasan Cijantung, Jumat (23/5/2026), Prof Sutan Nasomal menilai penyatuan dapil akan mempermudah mobilitas politik para calon legislatif serta memperkuat representasi masyarakat di tingkat daerah hingga pusat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

β€œSaya harapkan kepada Bapak Haji Prabowo Subianto agar memerintahkan Mendagri bersama KPU, DPR RI, MPR RI dan DPD RI untuk merumuskan solusi terbaik demi memudahkan para calon legislatif dalam menghimpun dukungan masyarakat. Aceh Singkil dan Subulussalam sudah seharusnya dipertimbangkan menjadi satu dapil,” tegas Prof Sutan Nasomal.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Independent Peduli (FIP) yang digelar Jumat, 22 Mei 2026, di Mak Tuan Cafe. Forum itu dipimpin oleh Budi Hendrawan, Maksum Malau, dan Wajir Antoro serta dihadiri berbagai unsur masyarakat mulai dari tokoh partai politik, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pemerintahan hingga kalangan cendekiawan.

Forum berlangsung dinamis. Seluruh peserta yang hadir disebut sepakat mendukung perjuangan pembentukan satu dapil Aceh Singkil – Subulussalam untuk kontestasi politik tahun 2029 mendatang.

Tokoh pemerhati Aceh Singkil, H. Wahidin, dalam forum tersebut menegaskan bahwa setiap perjuangan besar membutuhkan pengorbanan serta konsistensi.
β€œPerjuangan tidak akan berhasil tanpa pengorbanan materi, waktu dan pemikiran. Saya pernah ikut dalam perjuangan pemekaran Aceh Singkil hingga berdirinya Kota Subulussalam. Semangat itu harus terus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, penggiat solidaritas masyarakat dan petani, Hitler Tumangger, turut membakar semangat peserta diskusi. Ia menyebut kesungguhan masyarakat menjadi faktor utama untuk mewujudkan cita-cita politik tersebut.

β€œKalau perjuangan ini dilakukan serius dan bersama-sama, maka peluang Aceh Singkil dan Subulussalam menjadi satu dapil pada 2029 sangat terbuka,” katanya lantang.

Dalam sesi pemaparan regulasi, Ustadz Dzakirun Pohan S.Ag menjelaskan berbagai aturan dan mekanisme hukum yang dapat menjadi dasar perjuangan aspirasi masyarakat melalui jalur resmi KIP Aceh Singkil hingga KPU pusat.

Penggagas forum, Budi Hendrawan, menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh hasil kesepakatan forum demi memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh Singkil Raya.

β€œSaya akan melanjutkan hasil kesepakatan forum ini sampai sukses. Ini bukan kepentingan pribadi, tetapi kepentingan masyarakat luas demi masa depan politik Aceh Singkil dan Subulussalam,” tegas Budi Hendrawan penuh semangat.

Acara kemudian ditutup menjelang Maghrib dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen perjuangan bersama seluruh elemen yang hadir.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal Penanggungjawab Timpas1 Aceh Singkil. 087719021960.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait