Siang Terpantau Beberapa Rakit PETI di Bawah Kantor DPRD Kuansing, Malam Polisi Hanya Temukan Satu: Ke Mana Sisanya?

IMG 20261014 WA0383

KUANSING, RIAU | Go Indonesia.Id – Penindakan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan bawah Kantor DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, oleh jajaran Polsek Kuantan Tengah pada Selasa malam (13/10/2026), menyisakan pertanyaan serius yang perlu dijawab secara terbuka.

Pasalnya, beberapa rakit tambang emas bermesin stingkai terpantau berada di lokasi tersebut saat Athia bersama tim redaksi Intelijen Jendral.com melakukan pemantauan langsung pada Selasa siang menjelang sore. Namun, berdasarkan rilis resmi Humas Polres Kuansing, petugas yang melakukan pengecekan pada malam harinya hanya menemukan satu unit rakit PETI.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Perbedaan jumlah rakit yang terpantau sebelum dan saat penindakan tersebut menjadi perhatian redaksi. Keberadaan rakit-rakit lainnya perlu ditelusuri agar penanganan dugaan aktivitas PETI di kawasan tersebut tidak menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat.

Dalam pemantauan lapangan pada Selasa siang menjelang sore, Athia bersama sejumlah anggota tim redaksi melihat beberapa rakit tambang emas menggunakan mesin stingkai berada di kawasan bawah Kantor DPRD Kuansing, yang berdekatan dengan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Temuan tersebut didokumentasikan melalui rekaman video dari jalan umum. Rekaman kemudian disebarluaskan melalui sejumlah grup WhatsApp dan akun TikTok redaksi, serta diteruskan kepada sejumlah nomor WhatsApp pribadi pejabat utama di lingkungan Polres Kuansing sebagai informasi awal mengenai dugaan aktivitas PETI.

Sementara itu, dalam rilis resmi Humas Polres Kuansing Nomor 1472/X/HUM.6.1.1/2026/HUMAS POLRES KUANSING yang diterima redaksi pada Rabu pagi (14/10/2026), disebutkan bahwa petugas melakukan pengecekan pada Selasa malam dan menemukan satu unit rakit PETI jenis stingkai lengkap dengan mesinnya.

Menurut keterangan dalam rilis tersebut, rakit ditemukan sekitar pukul 20.15 WIB dalam kondisi tidak beroperasi dan telah ditinggalkan pemiliknya. Karena pemiliknya tidak diketahui, petugas kemudian merusak dan membakar peralatan tersebut di lokasi.

Perbedaan temuan tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: ke mana rakit-rakit lain yang sebelumnya terpantau oleh tim redaksi?

Apakah rakit-rakit tersebut telah dipindahkan sebelum petugas tiba? Apakah aktivitas dihentikan dan peralatan dibawa ke lokasi lain? Ataukah terdapat kondisi lain yang dapat menjelaskan perbedaan temuan itu?

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh penjelasan yang memastikan penyebab perbedaan jumlah rakit tersebut. Karena itu, redaksi tidak berspekulasi mengenai kemungkinan yang terjadi, tetapi meminta agar kondisi lapangan sebelum dan saat penindakan dapat dijelaskan secara terperinci.

Dokumentasi lapangan menjadi salah satu bahan penting untuk mencocokkan waktu, jumlah peralatan yang terlihat, dan kondisi lokasi ketika petugas melakukan pengecekan.

Kejelasan mengenai rentang waktu antara pemantauan media pada siang hari dan kedatangan petugas pada malam hari diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, bukan sekadar mengetahui bahwa satu unit peralatan telah dimusnahkan.

Redaksi mengapresiasi tindak lanjut kepolisian yang telah melakukan pengecekan dan memusnahkan satu unit peralatan PETI sebagaimana diberitakan dalam rilis resmi.

Namun, penindakan tersebut perlu disertai penjelasan mengenai keberadaan peralatan lain yang sebelumnya terlihat di lokasi. Aparat juga perlu memberikan kejelasan apakah seluruh titik yang tampak dalam dokumentasi telah diperiksa dan apakah ditemukan indikasi perpindahan aktivitas ke lokasi lain.

Persoalan ini penting karena dugaan aktivitas PETI tidak cukup hanya dilihat dari satu peralatan yang ditemukan pada saat petugas tiba. Informasi mengenai kondisi sebelum penindakan juga perlu menjadi bagian dari penelusuran untuk memperoleh gambaran lapangan secara menyeluruh.

Redaksi tidak menyimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran informasi ataupun adanya pihak yang sengaja memindahkan peralatan. Namun, perbedaan temuan tersebut patut mendapatkan klarifikasi berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan aparat.

Berdasarkan rilis resmi yang diterima redaksi, tidak ada pelaku yang diamankan dalam penindakan tersebut dan tidak ada barang bukti yang dibawa ke Mapolsek Kuantan Tengah.

Rilis itu juga belum menjelaskan keberadaan rakit-rakit lain yang sebelumnya terpantau oleh tim redaksi pada siang menjelang sore.

Kondisi tersebut membuat pertanyaan mengenai keberadaan peralatan lain belum terjawab. Oleh sebab itu, redaksi meminta Polres Kuansing dan Polsek Kuantan Tengah memberikan klarifikasi mengenai hasil pengecekan, cakupan lokasi yang diperiksa, serta kemungkinan adanya informasi tambahan mengenai pihak yang mengoperasikan atau memiliki peralatan tersebut.

Penjelasan yang terbuka dan berdasarkan hasil pemeriksaan akan membantu menghindari spekulasi sekaligus memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

Redaksi membuka ruang konfirmasi kepada Polres Kuansing, Polsek Kuantan Tengah, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menjelaskan perbedaan temuan antara pemantauan redaksi dan hasil pengecekan petugas.

Apabila terdapat keterangan mengenai pemindahan peralatan, penghentian aktivitas, atau keadaan lain yang menyebabkan rakit-rakit tersebut tidak lagi ditemukan, redaksi mempersilakan pihak terkait menyampaikan penjelasan disertai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disusun berdasarkan pemantauan langsung tim di lapangan dan rilis resmi kepolisian yang diterima. Penelusuran serta upaya konfirmasi akan terus dilakukan demi menghadirkan informasi yang berimbang, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Pertanyaan yang masih menunggu jawaban tetap sama: jika beberapa rakit terpantau pada siang hari, mengapa pada malam hari petugas hanya menemukan satu unit? Penjelasan dari pihak terkait diperlukan agar persoalan ini tidak berhenti pada pertanyaan tanpa jawaban.

(Tim/Redaksi)


Advertisement

Pos terkait