TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penyerangan Aparat di Wamena, Korban Belum Terverifikasi

0A 34

WAMENA | Go Indonesia.id— Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (8/8/2026) mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan dan penyerangan terhadap aparat keamanan di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Dalam siaran pers yang disampaikan melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, TPNPB menyebut aksi tersebut berlangsung pada Sabtu sekitar pukul 12.04 hingga 13.00 WIT di sepanjang jalur Trans Wamena hingga memasuki wilayah Kampung Walesi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

TPNPB mengklaim aksi tersebut melibatkan personel TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma. Kelompok tersebut juga menyebut telah terjadi baku tembak dengan aparat keamanan di Kampung Walesi.

 

 

Namun, klaim mengenai adanya korban jiwa maupun kondisi korban dalam insiden tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Dalam siaran persnya sendiri, pihak TPNPB menyatakan belum dapat memastikan apakah korban yang disebut dalam laporan mereka meninggal dunia atau tidak.

TPNPB juga menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah anggotanya dan menyebut nama beberapa tokoh yang diklaim memberikan perintah. Pernyataan tersebut merupakan klaim sepihak yang masih memerlukan verifikasi dari sumber independen maupun pihak berwenang.

Selain mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan, TPNPB dalam pernyataannya juga menyerukan penghentian berbagai aktivitas pemerintahan Indonesia di Tanah Papua dan menyampaikan ancaman terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung pemerintah Indonesia.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari sikap politik dan militer TPNPB sebagaimana disampaikan dalam siaran pers mereka. Redaksi tidak menempatkan klaim tersebut sebagai fakta yang telah terverifikasi.

Hingga berita ini disusun, konfirmasi dari pihak TNI/Polri maupun pemerintah daerah terkait kronologi penyerangan, jumlah korban, kondisi korban, serta kerusakan yang mungkin terjadi belum diperoleh.

Redaksi masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai insiden tersebut.

Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga menyatakan bahwa pihaknya menolak perayaan kemerdekaan Indonesia di wilayah yang mereka klaim sebagai Tanah Papua dan menyebut 1 Desember sebagai hari yang mereka peringati sebagai hari kemerdekaan Papua.

Catatan redaksi: Seluruh informasi mengenai aksi penyerangan, pelaku, korban, maupun pihak yang disebut memberikan perintah dalam berita ini bersumber dari siaran pers TPNPB dan masih memerlukan verifikasi serta konfirmasi dari sumber independen.

Sumber : Seby Sammbo ( Jurubicara TPNPB)
Jurnalis Go Indonesia ; Agustinus Selegani


Advertisement

Pos terkait