Empat Dekade Menumpuk, TPA Suwung Akhirnya Ditutup: Bali Mulai Reformasi Sampah

Screenshot 20260413 105323 Samsung Internet

BALI,DENPASAR | Go Indonesia.Id _Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah strategis dalam menangani persoalan sampah dengan merencanakan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, yang selama puluhan tahun menjadi pusat pembuangan utama di wilayah Bali selatan.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa kondisi TPA Suwung saat ini merupakan akumulasi persoalan panjang sejak mulai beroperasi pada 1984. Menurutnya, permasalahan tersebut merupakan warisan sistem lama yang kini harus dibenahi secara bertahap, terencana, dan menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Persoalan ini bukan muncul tiba-tiba, tetapi sudah berlangsung puluhan tahun. Sekarang saatnya kita benahi secara menyeluruh,” ujar Koster.

Selama ini, TPA Suwung menampung sampah dari berbagai wilayah, termasuk Denpasar dan Kabupaten Badung. Namun, keterbatasan kapasitas serta dampak lingkungan yang ditimbulkan—seperti pencemaran air, bau tidak sedap, dan emisi gas—telah menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebagai bagian dari transformasi, pemerintah mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola lama menuju sistem berbasis sumber. Masyarakat diimbau untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga, serta mengurangi penggunaan bahan yang sulit terurai.

Selain itu, pengembangan teknologi pengolahan sampah modern juga menjadi fokus utama, guna menggantikan sistem penumpukan terbuka (open dumping) yang selama ini diterapkan di TPA Suwung.

Rencana penutupan ini tidak hanya menjadi langkah teknis, tetapi juga simbol perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah di Bali. Pemerintah berharap, kebijakan ini dapat menjadi titik awal menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Bali diharapkan mampu keluar dari persoalan sampah yang telah berlangsung lebih dari empat dekade, menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Reporter: (kdk)


Advertisement

Pos terkait