NATUNA | Go Indonesia.Id – Peredaran gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menuai sorotan serius. Pasalnya, meski kedua wilayah tersebut masih bagian dari Natuna, namun diketahui belum secara resmi mendapatkan alokasi LPG subsidi dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan media pada 5 Mei 2026, sejumlah kedai di wilayah tersebut kedapatan menjual gas LPG 3 kg dengan harga berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000 per tabung. Harga ini dinilai tinggi dan memberatkan masyarakat, terutama kalangan ekonomi lemah.
Ironisnya, di tengah belum adanya distribusi resmi, LPG 3 kg justru banyak beredar di tengah masyarakat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, gas tersebut diduga didatangkan dari Kalimantan Barat untuk memenuhi kebutuhan warga di Serasan dan Serasan Timur.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait legalitas distribusi lintas daerah. Sebagaimana diketahui, LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang penyalurannya diatur ketat dan diperuntukkan bagi masyarakat tertentu di wilayah yang telah ditetapkan. Jika benar pasokan berasal dari luar daerah yang tidak sesuai jalur distribusi resmi, maka hal ini berpotensi melanggar ketentuan yang berlaku.
Selain itu, tingginya harga jual di tingkat pengecer juga mengindikasikan adanya potensi permainan harga dalam rantai distribusi. Meski faktor transportasi lintas wilayah dapat memengaruhi harga, namun lonjakan hingga dua kali lipat dari harga normal tetap dinilai tidak wajar.
Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli dengan harga tinggi karena keterbatasan pasokan dan kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini semakin memperjelas bahwa masyarakat berada pada posisi yang dirugikan.
Situasi tersebut mendorong perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah, instansi terkait, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penelusuran dan pengawasan. Evaluasi distribusi LPG subsidi dinilai penting agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih terus menggali informasi lebih lanjut serta akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh kejelasan dan memastikan persoalan ini menjadi terang benderang.
Reporter: Baharullazi







