TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso, menerima kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate, Ida Bagus Purwalaksana, di ruang kerja Wakil Bupati, Jumat (22/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung efektivitas sekaligus progres sejumlah program strategis Kementerian Pertanian RI yang tengah berjalan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Dalam pertemuan itu, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana turut didampingi perwakilan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, dan Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
Sementara Wakil Bupati Katamso didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat.
Pihak Kementerian Pertanian memaparkan tiga fokus utama program yang menjadi perhatian di wilayah Tanjab Barat, yakni peningkatan kualitas pembibitan kopi, optimalisasi lahan (Oplah) padi, serta penguatan koordinasi kewilayahan antara pemerintah pusat dan daerah.
Program peningkatan pembibitan kopi diarahkan untuk memastikan kualitas dan kuantitas bibit unggul sebelum disalurkan kepada petani. Langkah ini dinilai penting guna mendongkrak produktivitas dan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Sementara itu, program optimalisasi lahan padi difokuskan untuk mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali tanam menuju tiga kali tanam dalam setahun atau IP 300, sebagai bagian dari target swasembada pangan daerah.
Sedangkan koordinasi kewilayahan dilakukan guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar hambatan birokrasi di lapangan dapat diminimalisir sehingga implementasi program berjalan maksimal.
Menanggapi hal tersebut, Katamso menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Tanjung Jabung Barat, khususnya pada komoditas unggulan daerah seperti kopi, kelapa, dan padi.
βKami mengucapkan terima kasih atas pelatihan dan bantuan dari Kementerian Pertanian. Tanjab Barat siap bersinergi, termasuk dalam pembentukan Brigade Pangan untuk mengawal peningkatan produktivitas padi serta memperluas areal tanam,β ujar Katamso.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga menyampaikan dua usulan strategis kepada Kementerian Pertanian RI demi menjaga keberlanjutan kesejahteraan petani.
Usulan pertama berkaitan dengan revitalisasi sistem pengairan dan infrastruktur sungai di sejumlah wilayah rawan banjir, seperti Kecamatan Pengabuan, Bram Itam, dan Betara. Pemkab menilai perbaikan sistem pengairan sangat mendesak agar bantuan bibit tanaman dari pemerintah pusat tidak rusak maupun mati akibat genangan air.
Selain itu, Pemkab Tanjab Barat juga mengusulkan kebijakan penetapan Harga Eceran Bawah (floor price) komoditas kelapa sebesar minimal Rp5.000 per butir.
βMengingat mayoritas masyarakat Tanjab Barat adalah petani kelapa, kami mengusulkan adanya kebijakan floor price tersebut demi menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan petani dari fluktuasi pasar,β tegas Katamso.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan jajaran Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat koordinasi teknis di lapangan demi mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan di daerah.
Iskandar
Korwil Sumatra







