Prof. Dr. Sutan Nasomal Dorong Edukasi Kesiapsiagaan Keluarga Indonesia Hadapi Potensi Dampak Konflik Global

1 3239

JAKARTA | Go Indonesia.Id – Pakar Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, menilai edukasi kesiapsiagaan bagi masyarakat Indonesia sangat penting dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan dampak konflik yang terjadi di sejumlah wilayah dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi terkait situasi geopolitik internasional yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, Senin (2/6/2026).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurutnya, pemerintah pusat hingga daerah perlu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri dan keluarga dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk apabila terjadi eskalasi konflik global yang berdampak pada stabilitas kawasan.

β€œTidak ada salahnya negara selalu berjaga-jaga dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri, keluarga, anak-anak, dan lansia dalam situasi darurat merupakan langkah yang penting,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Ia berharap Presiden RI bersama jajaran kementerian, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri dapat memperkuat program edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Prof. Dr. Sutan menyoroti kondisi yang sering terjadi di berbagai negara yang dilanda konflik, di mana kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling terdampak.

Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur keselamatan, evakuasi, serta perlindungan kelompok rentan perlu diberikan secara luas kepada masyarakat, termasuk mahasiswa, pelajar, pemuda, dan komunitas di tingkat desa maupun perkotaan.

β€œAnak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan ketika terjadi situasi krisis. Karena itu, edukasi harus dilakukan sejak dini agar masyarakat memahami langkah-langkah yang tepat dalam kondisi darurat,” katanya.

Prof. Dr. Sutan juga menilai TNI memiliki kapasitas dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman.

Ia mengusulkan adanya pelatihan dasar mengenai keselamatan, pengenalan wilayah aman, manajemen logistik darurat, hingga pembentukan kelompok-kelompok masyarakat yang dapat membantu proses perlindungan terhadap warga rentan.

Menurutnya, pengetahuan dasar seperti membaca peta, memahami arah, mengenali jalur evakuasi, serta mengetahui lokasi yang relatif aman dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

β€œEdukasi yang terstruktur dan berkelanjutan akan memperkuat ketahanan masyarakat. Selain membantu keselamatan warga, hal ini juga dapat mendukung upaya negara dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Sutan menegaskan bahwa pembangunan kesadaran masyarakat terhadap situasi darurat merupakan bagian penting dari ketahanan negara.

Menurutnya, perkembangan teknologi modern dalam konflik saat ini membuat masyarakat sipil perlu memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah perlindungan diri.

Ia menilai program edukasi yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, lembaga pendidikan, serta elemen masyarakat dapat menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat kesiapan bangsa menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

β€œKesadaran dan kesiapan masyarakat harus terus dibangun. Dengan edukasi yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat dan berkontribusi dalam menjaga keamanan serta ketahanan Indonesia,” tutupnya.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, serta Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait