Debit Sungai Batanghari Surut Drastis, Truk Sawit Nyaris Tergelincir di Ponton Penyeberangan

IMG 20260606 WA0384

TEBO | Go Indonesia.Id – Debit air Sungai Batanghari mengalami penurunan drastis dalam sepekan terakhir akibat tidak adanya curah hujan. Kondisi ini memicu gangguan aktivitas penyeberangan kendaraan melalui ponton yang menghubungkan dua desa di wilayah tersebut.

Surutnya permukaan air membuat jalur masuk kendaraan ke ponton berubah dan tidak lagi berada pada posisi normal. Akibatnya, puluhan kendaraan roda empat hingga roda enam mengalami kesulitan saat hendak menyeberang.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Tokoh masyarakat setempat, Mansur, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Bahkan, dirinya menyaksikan langsung sebuah truk bermuatan kelapa sawit nyaris tergelincir saat akan memasuki ponton.

“Posisi lintasan masuk ke ponton sudah tidak beraturan akibat surutnya air sungai. Pengendara harus lebih waspada karena risikonya cukup tinggi,” ujarnya.

Dilokasi terpisah, Kepala Desa Melako Intan turut mengingatkan para awak ponton agar meningkatkan kehati-hatian dalam memberikan pelayanan penyeberangan.

Menurutnya, ancaman kecelakaan tidak hanya terjadi saat musim banjir, tetapi juga ketika debit air sungai mengalami penurunan ekstrem.
“Kewaspadaan dan ketelitian sangat penting dalam pelayanan publik. Saat musim surut seperti sekarang, risiko tetap ada dan tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.

Selain itu, kepala desa juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi tanda awal memasuki musim kemarau yang lebih panjang.

“Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, kebun maupun kawasan lainnya. Pencegahan kebakaran harus menjadi perhatian bersama karena sejalan dengan program pemerintah pusat,” katanya.

Sementara itu, pengurus ponton penyeberangan, Marzuki, mengimbau para sopir angkutan sawit agar tidak memaksakan muatan berlebihan. Selain membahayakan keselamatan, kondisi ponton yang mulai kandas akibat surutnya air juga dapat menghambat kelancaran aktivitas penyeberangan.

“Kami meminta pengemudi truk sawit untuk tidak membawa muatan secara maksimal. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, apalagi kondisi sungai saat ini sedang surut tajam,” tutupnya.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait