JAKARTA |Go Indonesia.Id – Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, menyampaikan pandangannya terkait fenomena LGBT yang menurutnya semakin menjadi perhatian di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media di dalam dan luar negeri, Minggu (14/6/2026), Prof. Sutan Nasomal menilai pemerintah perlu mengambil langkah serius untuk menangani persoalan yang menurutnya berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat.
βPemerintah harus memiliki solusi dan kebijakan yang jelas dalam menangani perkembangan komunitas LGBT di Indonesia. Perlu ada lembaga atau badan khusus yang menangani persoalan ini secara serius,β ujar Sutan Nasomal dari Jakarta.
Menurutnya, fenomena LGBT telah menjadi isu sosial yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari negara. Ia juga mendorong pemerintah untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap aktivitas yang dinilai bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Dalam pernyataannya, Sutan Nasomal bahkan meminta Presiden Republik Indonesia untuk mempertimbangkan pemberian hukuman yang sangat berat terhadap pelaku tindak pidana seksual yang berkaitan dengan praktik-praktik yang menurutnya meresahkan masyarakat.
Ia mengaku prihatin dengan berbagai laporan yang diterimanya mengenai dugaan praktik penyimpangan seksual yang terjadi di sejumlah tempat, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
βSaya melihat persoalan ini harus ditangani secara tegas demi melindungi generasi muda dan menjaga ketertiban sosial,β katanya.
Selain itu, Sutan Nasomal juga meminta aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum yang berkaitan dengan tindak pidana seksual, penyalahgunaan narkotika, maupun kejahatan lainnya yang menurutnya perlu diberantas secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa kesehatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, yang dikenal sebagai Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.
REDAKSI







