JAKARTA | Go Indonesia.Id β Kejaksaan Agung Republik Indonesia terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam perkembangan terbaru, Sony Sanjaya dikabarkan telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung terkait perkara yang kini menjadi perhatian publik tersebut.
Kasus dugaan korupsi MBG semakin mendapat sorotan setelah adanya pernyataan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengungkap dugaan keterlibatan aktor utama di balik penyimpangan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Menanggapi perkembangan tersebut, tokoh masyarakat yang dikenal dengan nama Mas Icang Satu Hati Indonesia menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Agung dalam mengusut tuntas perkara tersebut.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan masa depan generasi penerus bangsa.
βIni bukan proyek biasa. Program MBG adalah amanah untuk mencerdaskan dan menyehatkan anak-anak Indonesia. Jika benar ada penyimpangan anggaran, maka harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,β ujar Mas Icang dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara profesional dan transparan terhadap siapa pun yang diduga terlibat, baik mantan pejabat maupun pihak lain yang memiliki peran dalam dugaan penyimpangan tersebut.
Mas Icang juga mengapresiasi langkah cepat Kejaksaan Agung dalam menangani perkara yang menyangkut kepentingan masyarakat luas tersebut.
Menurutnya, masyarakat saat ini menaruh harapan besar agar aparat penegak hukum dapat mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab, termasuk aktor utama yang disebut-sebut dalam berbagai informasi yang berkembang.
βPublik menunggu fakta-fakta hukum yang terungkap dalam proses penyidikan. Harapannya, kasus ini dibuka secara terang sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan keadilan,β katanya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa apabila program yang diperuntukkan bagi peningkatan gizi anak-anak mengalami penyimpangan, maka dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat menghambat upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, Mas Icang mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses penegakan hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta-fakta yang ada.
βProgram MBG dibuat untuk kepentingan anak-anak bangsa. Jika ada pelanggaran hukum, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah,β pungkasnya.
Reporter: Edy







