JAKARTA | Go Indonesia.Id – Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., menyampaikan peringatan keras kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar segera memperketat pengawasan terhadap aktivitas ekspor dan impor guna mencegah kebocoran kekayaan negara yang diduga telah berlangsung selama puluhan tahun.(22/6/26)
Menurut Sutan Nasomal, pemerintah perlu segera membentuk lembaga khusus yang bertugas mengawasi seluruh aktivitas ekspor-impor, baik ke luar negeri maupun ke dalam negeri, guna menutup celah praktik yang merugikan negara.
“Pemerintah harus menghindari kebocoran akibat ulah oknum yang bermain dalam jaringan ekspor-impor. Pengawasan harus diperkuat agar kekayaan negara tidak terus mengalir ke pihak lain,” tegas Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta.
Dalam keterangannya, Sutan Nasomal menyinggung dugaan praktik under invoicing, undercounting, serta penyelundupan dalam perdagangan internasional yang disebut menyebabkan perbedaan data ekspor antara Indonesia dan negara tujuan. Ia mengklaim selisih data tersebut mengakibatkan potensi kerugian negara hingga mencapai lebih dari Rp16.000 triliun.
Ia mencontohkan dugaan perbedaan pencatatan volume ekspor batu bara, di mana jumlah yang dikirim disebut tidak sesuai dengan data yang dilaporkan, sehingga selisih tersebut diduga menguntungkan pihak-pihak tertentu.
Sutan Nasomal juga menduga praktik tersebut melibatkan oknum di berbagai sektor yang berkaitan dengan aktivitas ekspor-impor.
Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan dan dugaan dari narasumber yang belum disertai putusan hukum maupun hasil penyelidikan resmi yang menetapkan pihak-pihak tertentu sebagai pelaku.
Ia meminta Presiden Prabowo mengambil langkah tegas untuk membongkar dugaan kebocoran kekayaan negara, sekaligus menindak siapa pun yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Diakhir pernyataannya, Sutan Nasomal menilai pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan secara jujur dan transparan akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.
REDAKSI







