Jalan Sebong Pereh Dipenuhi Semak, Kades Bahari: Laporan Sudah Disampaikan, Belum Ada Tindakan

IMG 20260705 WA0152

SEBONG PEREH  | Go Indonesia.Id – Sejumlah warga dari Kampung Pasir Susilo, termasuk Bapak Agus yang berdomisili di Garden View, serta beberapa warga lainnya, melaporkan kondisi kebersihan drainase (drenase) di sepanjang jalan utama Desa Sebong Pereh kecamatan sebong kabupaten bintan kepada perangkat desa.

Laporan ini menyoroti kondisi memprihatinkan di dua ruas jalan strategis, yaitu jalur menuju Tanjung Uban dan jalur menuju Sebong Lagoi.(5/7/26)

Bacaan Lainnya

Advertisement

Para warga mengeluhkan bahwa tepian jalan dan saluran air di kedua rute tersebut telah ditumbuhi semak belukar yang lebat hingga hampir menutupi badan jalan aspal. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang sering melintas.

Warga khawatir, sempitnya jalan akibat vegetasi liar dapat memicu aksi balap-balapan atau berebut ruang antar pengendara muda, yang berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa (Kades) Sebong Pereh, Bahari, langsung merespons dengan mendengarkan aspirasi warga. Dalam penjelasannya, Pak Bahari mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah sejak lama menyuarakan masalah ini ke instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kenapa sekarang tidak ada lagi petugas kebersihan? Padahal dulu ada dinas kebersihannya yang rutin mengerjakan hal ini. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami,” ujar Kades Bahari kepada warga. Ia menambahkan, meskipun pihak DLH atau dinas terkait sebelumnya telah menjalankan tugas perawatan kebersihan, namun saat ini aktivitas tersebut terhenti total tanpa kejelasan alasan.

Kades Bahari juga menyampaikan rasa kecewanya karena hingga saat ini belum ada tindak lanjut konkret dari pihak terkait setelah laporan disampaikan. “Kami sudah sampaikan ke pihak terkait, tapi responnya hanya sebatas ‘nanti akan kita survey’. Sampai sekarang belum ada realisasi pengerjaan,” jelasnya.

Selain masalah kebersihan, Kades Bahari juga menyinggung ketidakpastian status kewenangan jalan tersebut. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah ruas jalan Sebong Pereh-Tanjung Uban dan Sebong Pereh-Sebong Lagoi merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Provinsi. Ketidakjelasan status ini diduga menjadi salah satu faktor lambatnya penanganan pemeliharaan jalan.

Di akhir keterangannya, Kades Bahari berharap agar instansi berwenang dapat segera turun tangan untuk membersihkan semak belukar dan merawat drenase. “Harapan kami ke depan, pekerjaan pembersihan ini bisa segera dilaksanakan. Jangan dibiarkan terus seperti sekarang, semakin parah semaknya dan semakin berbahaya bagi pengguna jalan,” pungkasnya.

Warga setempat kini menunggu tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan jalur transportasi vital di Desa Sebong Pereh tersebut.

Reporter : Suprin Pulungan


Advertisement

Pos terkait