Tulisan John Anari Menyindir ULMWP dan Negara Vanuatu di alamat FB seperti Dibawa ini

0aaa 51 e1787888656878

PAPUA | Go Indonesia.id-Rakyat Aceh Percaya Finlandia untuk menuju ke Helsinki dan sekarang Rakyat Papua Percaya Vanuatu jadi corong Papua Merdeka.

Kami WPLO tidak akan pernah Percaya Vanuatu pu Pemimpin yang tiap tahun keluar masuk ikut Sidang Komisi Politik dan Dekolonisasi PBB (Komisi IV) tapi tra pernah bicara Dekolonisasi West Papua yang Gagal.(28/8/26)

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sekarang Penggiringan PErsatuan dibawah payung ULMWP juga WPLO secara tegas keluar dari ULMWP karena oraganisasi ini tidak berani memperjuangkan Dekolonisasi West Papua.

ULMWP dan Vanuatu sama saja, takut bicara Dekolonisasi West Papua sebab cuma beranai bicara Pelanggaran HAM dan Hutan Papua seperti Pejuang LSM untuk berjuang minta perbaikan HAM dan Hutan Papua.

==============//=====

Kemudia ada yang Tanggapi Sindiran Negatif seorang John Anari begini;

Negara Vanuatu sebagai Anngota PBB memahami Mekanisme PBB, serta wajib mengikuti Prosedur dan Protokol Resmi sehingga tidak bisa bicara sembarang, apalagi mendukung argumen politik anda secara individu atau sepihak dalam forum komisi IV. Dekolonisasi..

Saudara John Anari musti belajar dan ikuti baik tentang mekanisme dan prosedur tetap untuk ke komite 24 Dekolonisasi PBB.

Pengorbanan dan Perjuangan bangsa Papua selama 65 thn (1961 – 2026) adalah untuk mencari Dukungan serta Pengakuan Politik dan Hukum dari negara2 anggota PBB, atau negara2 Merdeka didunia,.

Oleh karena itu bangsa Papua telah bersatu dalam wadah persatuan ULMWP, kemudian berjuang mendaftar menjadi anggota diforum resmi regional PBB yaitu negara2 Melanesia-MSG, & PIF., maka dengan demikian secara Politik dan Hukum Perjuangan bangsa Melanesia di Papua Barat telah di terima, didukung dan mendapat Pengakuan Resmi dari Negara2 Kawasan Pasifik.

Posisi ULMWP dalam keanggotaan resmi Forum MSG sama seperti FLNKS yang mewakili bangsa Kanaki/New Calidonia yang saat ini telah diperjuangkan kembali kedaftar Komite 24 Dekolonisasi PBB, setelah dikeluarkan oleh penjajah Prancis pada thn 1947.

Selain New Kalidonia, pada thn yang sama Prancis juga mengeluarkan bangsa Guardeloupe, Martinigue, Guyana Prancis, Reunion, Polinesia Prancis, serta Saint Pierre dan Miguelon, dari daftar Dekolonisasi PBB.

Saat ini new kalidonia baru kembali dimasukan kedaftar dekolonisasi PBB pada thn 1986, dan Polinesia Prancis pada thn 2013 oleh negara2 kawasan pasifik.

Berdasarkan referensi/contoh kasus dua wilayah diatas maka sekarang ULMWP juga sedang membawa Perjuangan bangsa Papua ke Komite 24 Dekolonisasi melalui Negara2 Melanesia sebagai anggota Kawasan Pasifik di PBB, sesuai mekanisme, dan prosedur administrasi normatif PBB.

Intinya ULMWP punya Peta Jalan Politik dan sedang memikul perjuangan rakyat Papua ke komite 24 Dekolonisasi sesuai Mekanisme dan Prosedur PBB, melalui fukungan negara2 kawasa Pasifik.

Perlu kita pahami bahwa bangsa penjajah NKRI, sangat mengetahui, merasa takut dan terancam ketika rakyat Papua Bersatu dan berjuang secara Cerdas/Rasional sesuai Mekanisme PBB yang berlaku yaitu bergabung dengan negara2 Merdeka atau negara2 anggota PBB untuk kembali meminta pengakuan secara Politik dan Hukum dari masyarakat internasional di PBB..

Contoh; Ketika OPM mendapat dukungan serta pengakuan dari negara2 Afrika dan mendirikan kantor di Dakar, ibukota Sinegal, maka saat itu NKRI sangat terancam dan melakukan Infiltrasi kedalam Kubuh OPM, dengan menggunakan kelemahan atau ambisi kepemimpinan internal untuk mengadu domba dan menghancurkan persatuan OPM dari dalam,, akibatnya negara2 afrika union menarik dukungan politiknya terhadap OPM dan akhirnya kantor resmi di Sinegal di Tutup sampai dengan sekarang…

Hal yang sama atau dengan Metode yang sama juga saat ini Intelijem NKRI sedang memanfaatkan kelemahan individu atau ambisi kepemimpinan dalam ULMWP untuk mengadu domba, dan menciptakan perpecahan dari dalam agar ULMWP tidak mendapatken dukungan politik lagi dari negara2 melanesia-pasifik dan kemudian dikeluarkan dari Anggota MSG, dan Kantor Resmi ULMWP di Port Fila, Ibu Kota Negara Republik Vanuatu di Tutup..

Penjajah Indonesia tidak takut dengan pekerjaan individu seperti seorang John Anari tetapi Indonesia sangat takut dengan keberadaan Organisasi Representatif bangsa seperti ULMWP yang bekerja dalam Sistem Forum Resmi Negara2 Melanesia- MSG, & PIF.

Oleh karena itu jika ada oknum2 aktivis atau kelompok2 tertentu yang sedang kampanye melakukan pembusukan dan mengembangkan narasi perpecahan untuk melemahkan serta membubarkan wadah persatuan ULMWP, maka mereka adalah bagian dari Agen Agen resmi Intelijen NKRI untuk tujuan Menggagalkan dan Menghancurkan Perjuangan panjang bangsa West Papua..

Dengan demikian saudara John Anari yang baru saja bekerja dijalur masyarakat pribumi jangan terlalu banyak komentar serta bikin diri paling tahu dan hebat..
Setiap pernyataanmu dimedia itu membuktikan kebodohanmu dan hanya merusak citra perjuangan bangsa Papua..

Berjuanglah dengan tenang, sunyi dan strategis, serta tunjukan hasilnya kepada publik agar orang lain menghargai, dan menghormatimu.

Kebutuhan dalam Perjuangan bangsa adalah Persatuan, maka seluruh individu maupun kelompok Wajib Bersatu.

Salam Kompak.!!

Agustinus Selegani /Jurnalis KAPERWIL media Go Indonesia.id


Advertisement

Pos terkait