DHARMASRAYA | Go Indonesia.id – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan zaman, kehidupan adat Minangkabau masih terus dipertahankan di tengah masyarakat.
Peran penghulu, Bundo Kanduang, serta perangkat adat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga tatanan sosial dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Hal tersebut juga terlihat dalam kehidupan masyarakat di Nagari Sinamar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku Minangkabau. Salah satunya adalah kaum dari Suku Piliang, yang hingga kini masih menjalankan fungsi dan tanggung jawab adat dalam kehidupan bermasyarakat.senin 07/09/2026
Penghulu memiliki kedudukan penting sebagai pemimpin kaum sekaligus sosok yang menjadi tempat bermusyawarah dan mencari penyelesaian berbagai persoalan.
Dalam menjalankan amanahnya, penghulu tidak hanya menjaga marwah kaum, tetapi juga berperan memastikan nilai-nilai adat, sopan santun, dan falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” tetap menjadi pedoman kehidupan.
Sementara itu, Bundo Kanduang memiliki peran yang tidak kalah strategis. Sebagai sosok panutan dalam keluarga dan kaum, Bundo Kanduang turut berperan dalam menjaga pendidikan adat, akhlak, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Begitu pula dengan perangkat adat lainnya, seperti manti, malin, dan dubalang, yang memiliki fungsi masing-masing dalam mendukung kehidupan adat. Keberadaan mereka menjadi bagian yang saling melengkapi dalam menjaga ketertiban, keharmonisan, serta keberlangsungan tatanan adat di tengah masyarakat.
Pelaksanaan fungsi tersebut menunjukkan bahwa adat Minangkabau bukan sekadar peninggalan masa lalu yang hanya dikenang. Adat tetap hidup karena terus dijalankan, dipelihara, diajarkan, dan diwariskan kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan pemangku adat menjadi semakin penting. Bukan untuk menghambat perubahan, melainkan menjadi penuntun agar kemajuan tetap berjalan tanpa menghilangkan jati diri dan nilai-nilai luhur masyarakat Minangkabau.
Pelestarian adat pada akhirnya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat peran penghulu, Bundo Kanduang, dan perangkat adat serta melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan adat dan budaya, warisan leluhur Minangkabau diharapkan tetap kokoh, hidup, dan relevan sepanjang zaman.
Nagari Sinamar menjadi salah satu gambaran bahwa ketika adat terus dihormati dan diamalkan, identitas budaya akan tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.
Amat/ Jurnalis Go Indonesia






