Kemarau Melanda, Warga Sungai Limau Gelar Sholat Istisqo, Polisi Ajak Bersama Cegah Karhutla

IMG 20260904 WA0392

DHARMASRAYA | Go Indonesia.id – Di tengah kondisi sejumlah sumur dan sumber air bersih warga yang mulai mengering akibat kemarau, masyarakat Nagari Sungai Limau, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, menggelar Sholat Istisqo untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT agar segera diturunkan hujan.

Sholat Istisqo tersebut dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 16.45 WIB, bertempat di lapangan sepak bola Jorong Kayu Aro, Nagari Sungai Limau. Kegiatan diikuti sekitar 400 masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat nagari, serta unsur pemerintahan dan kepolisian.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut, jajaran kepolisian turut hadir melalui Kapolpos Asam Jujuhan Aiptu Mushuri, yang mewakili Kapolsek Sungai Rumbai. Turut hadir Bhabinkamtibmas Nagari Sungai Limau Aipda Muslim Buchari, S.H., unsur Kecamatan Asam Jujuhan, perangkat Nagari Sungai Limau, para kepala jorong, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Sholat Istisqo dipimpin Ustaz Hanafi sebagai imam, sementara Ilham, S.Pd.I., bertindak sebagai khatib. Sebelum pelaksanaan sholat, Imam Masjid Nagari Sungai Limau, H. Zubir, menyampaikan sambutan kepada jamaah.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah dan doa bersama, tetapi juga dimanfaatkan kepolisian untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terkait kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bhabinkamtibmas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan masyarakat serta mengganggu kualitas udara.

β€œMari bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, karena kondisi saat ini cukup kering dan api sangat mudah menjalar. Jika melihat adanya potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait,” pesan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut.

Setelah penyampaian pesan kamtibmas, jamaah diberikan penjelasan mengenai tata tertib dan tata cara pelaksanaan Sholat Istisqo. Selanjutnya, sholat dilaksanakan dan dilanjutkan dengan khutbah serta doa bersama.

Suasana berlangsung khidmat. Ratusan warga menundukkan kepala dan menengadahkan tangan, memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan rahmat berupa hujan, mengembalikan ketersediaan sumber air, serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.15 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Sholat Istisqo di Sungai Limau menjadi gambaran kuat tentang bagaimana masyarakat menghadapi kondisi kemarau melalui ikhtiar spiritual sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Di tengah kekeringan, doa dipanjatkan, sementara upaya menjaga alam dan mencegah karhutla menjadi tanggung jawab bersama.

Amat/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait