BATAM | Go Indonesia.id β Persoalan ketersediaan air bersih di Kota Batam kembali menjadi sorotan. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air yang layak dan berkelanjutan, muncul dugaan bahwa air bersih dalam jumlah besar justru dipasok kepada sejumlah mal, hotel, dan tempat usaha swasta.(4/9/26).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terhadap tata kelola dan kebijakan pengelolaan air bersih di Batam, khususnya terkait skala prioritas pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Ketua LPM Tanjung Riau, Arba Udin alias Udin Pelor, menilai kebutuhan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama dalam distribusi air bersih.
βSeharusnya pasokan air diutamakan untuk masyarakat Batam, bukan untuk perusahaan swasta. Ini malah muncul dugaan air bersih dipasok sampai ratusan ton ke mal, hotel dan tempat-tempat usaha setiap hari,β ujar Udin Pelor.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka perlu dipertanyakan mekanisme distribusi air bersih, termasuk siapa yang memberikan izin, berapa volume air yang dialokasikan untuk kepentingan komersial, serta bagaimana pengawasan terhadap distribusi tersebut.
Pertanyaan besarnya adalah: apakah kebutuhan masyarakat sudah benar-benar terpenuhi sebelum air bersih dialokasikan dalam jumlah besar kepada sektor komersial?
Udin juga mempertanyakan kinerja jajaran pimpinan ABH Batam dalam mengawasi persoalan tersebut.
Menurutnya, pemerintah dan instansi terkait tidak boleh hanya melihat persoalan air dari sisi bisnis, tetapi harus memastikan hak masyarakat atas kebutuhan dasar tetap menjadi prioritas.
βKalau masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, pemerintah harus menjelaskan secara terbuka bagaimana air bisa didistribusikan dalam jumlah besar kepada mal, hotel maupun tempat usaha,β tegasnya.
Ia meminta instansi terkait membuka data distribusi air secara transparan, mulai dari jumlah produksi, kapasitas distribusi, pelanggan rumah tangga, hingga pelanggan komersial.
Selain itu, perlu dilakukan pengecekan terhadap armada pengangkut air dan titik-titik distribusi untuk memastikan apakah benar terjadi pemasokan air bersih dalam volume ratusan ton per hari kepada sektor usaha.
Jika dugaan tersebut terbukti, persoalannya bukan sekadar distribusi air, tetapi menyangkut keadilan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Udin Pelor mendesak pemerintah dan pihak pengelola air segera memberikan penjelasan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
βJangan sampai masyarakat Batam kesulitan mendapatkan air, sementara sektor usaha justru mendapatkan pasokan dalam jumlah besar. Ini harus dibuka dan diawasi secara transparan,β katanya.
Hingga berita ini diturunkan, diperlukan klarifikasi dari pihak pengelola air dan instansi terkait mengenai kebenaran dugaan pasokan air bersih ratusan ton per hari kepada mal, hotel dan tempat usaha, termasuk dasar kebijakan serta data volume distribusinya.
Az / Jurnalis Go Indonesia






