Massa SAMURAI Morotai Dipukul dan Dicekik, Kericuhan Berlanjut hingga Jalan Besar

1G 41

MOROTAI | Go Indonesia.id β€” Demonstrasi Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia (SAMURAI) Maluku Utara, Distrik Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, berujung ricuh di depan Kantor Pemerintah Terpadu Kabupaten Pulau Morotai, Senin (28/9/2026).

Aksi yang sejak pagi diisi penyampaian sejumlah tuntutan berubah menjadi saling dorong, pengejaran hingga penangkapan sejumlah peserta.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Pantauan langsung Go Indonesia.id di lokasi menunjukkan adanya tindakan fisik terhadap peserta saat aparat kepolisian dan Satpol-PP mendorong massa keluar dari area Kantor Pemerintah Terpadu.

Sekitar pukul 11.41 WIT, satu unit mobil pemadam kebakaran bernomor DG 9023 JP dikerahkan ke lokasi. Penyiraman air kemudian dilakukan terhadap massa.

Situasi berlanjut dengan saling dorong. Massa didorong keluar dari halaman dan akses masuk Kantor Pemerintah Terpadu hingga ke jalan besar.

Sejumlah personel kepolisian kemudian terlihat mengejar peserta yang berlarian meninggalkan lokasi.

Massa Dipukul hingga Terluka

Dalam rangkaian kericuhan tersebut, sejumlah peserta terlihat mendapat tindakan fisik.

Seorang peserta terlihat dipukul ketika massa didorong mundur. Peserta lainnya terlihat mendapat tindakan pada bagian leher hingga terjatuh.

Salah satu camerad SAMURAI, Ikal, terlihat mengalami luka pada bagian mulut hingga mengeluarkan darah.

Massa menyebut Ikal mengalami cekikan saat diamankan.

Roki, Aldi, dan Vikram juga disebut sebagai peserta yang terdampak dalam kericuhan.

Fahrul Dibawa ke Mobil Polisi

Kericuhan kemudian berlanjut hingga jalan besar.

Seorang peserta bernama Fahrul terlihat dalam kondisi lemah setelah terlibat dalam aksi saling dorong dan kejar-kejaran. Telapak kakinya terlihat mengalami luka.

Fahrul kemudian ditangkap dan dibawa masuk ke dalam kendaraan polisi.

Pada saat yang sama, camerad Abat yang telah berada di bagian bak terbuka belakang kendaraan terlihat ditarik hingga terjatuh sebelum dibawa masuk ke kendaraan.

Rifaldy Majid dan Koordinator Lapangan SAMURAI, Wandi, kemudian turut mengikuti proses pengamanan tersebut.

Situasi di sekitar lokasi masih berlangsung tegang ketika sejumlah peserta lainnya berusaha meninggalkan area.

Massa juga menyebut adanya penggunaan gas air mata. Sejumlah peserta terlihat berlarian menjauh dari lokasi.

Sepuluh Tuntutan

Sebelum kericuhan, SAMURAI Unipas Morotai menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan pelayanan publik dan kondisi masyarakat.

Di antaranya penyediaan sumur bor di RSUD Ir. Soekarno, penambahan armada pemadam kebakaran, penguatan sarana pencarian dan penyelamatan untuk nelayan hilang, serta penanganan dampak kekeringan terhadap tanaman masyarakat.

Mahasiswa juga mendesak penyelesaian sengketa lahan masyarakat di sekitar kawasan bandara dengan TNI AU.

Mereka meminta BPN menghentikan sementara proses penerbitan sertifikat tanah yang masih dipersoalkan.

Tuntutan lainnya berkaitan dengan regulasi pedagang di emperan jalan, penyediaan sumur bor dan bibit bagi petani terdampak kekeringan, serta persoalan tanaman masyarakat dan kebijakan mengenai rumpun nelayan yang diarahkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Berakhir di Jalan Besar

Aksi yang semula berlangsung di depan Kantor Pemerintah Terpadu akhirnya bergeser hingga ke jalan besar setelah massa didorong meninggalkan area.

Rangkaian saling dorong, pengejaran dan penangkapan membuat penyampaian aspirasi yang berlangsung sejak pagi berakhir dalam situasi tegang.

Go Indonesia.id masih berupaya memperoleh keterangan singkat dari pihak terkait mengenai rangkaian pengamanan tersebut.

Mir | Go Indonesia.id


Advertisement

Pos terkait