BALI | Go Indonesia.id _Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti 2026–2031 secara resmi melaksanakan prosesi spiritual *simakrama* dan *mejaya-jaya* di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Sabtu (24/10/2026). Upacara sakral ini digelar sebagai bentuk penyucian diri serta ungkapan rasa syukur usai dilantiknya jajaran kepengurusan baru organisasi tertinggi umat Hindu di Indonesia tersebut.
Ketua Harian PHDI Pusat, Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa, menyampaikan bahwa prosesi ini merupakan momentum penting bagi seluruh jajaran pengurus untuk memohon doa restu dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar dapat mengemban amanah umat secara optimal selama lima tahun ke depan.
“Tujuannya adalah dalam rangka penyucian diri, pembersihan diri, dan kita mensyukuri amanah ataupun mandat dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan juga umat Hindu yang ada di seluruh Nusantara,” ujar Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa di kawasan Pura Agung Besakih, Sabtu (24/10).
Cantiasa menambahkan, upacara *mejaya-jaya* tidak hanya sekadar rangkaian seremonial pascapelantikan, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi seluruh pengurus. Melalui ritual ini, jajaran PHDI Pusat memohon tuntunan agar senantiasa diberikan kelancaran, keteguhan sikap, serta dijauhkan dari berbagai hambatan dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
“Kita menyampaikan rasa syukur dan mohon doa restu serta anugerah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga kita semua yang menjadi pengurus PHDI yang baru ini bisa melaksanakan tugas dengan baik, dituntun, dan dijauhkan dari cobaan maupun halangan,” tegasnya.
Prosesi ritual ini diikuti oleh jajaran utama kepengurusan, meliput unsur Sabha Pandita, Sabha Walaka, hingga Pengurus Harian PHDI Pusat. Selain itu, kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan pengurus PHDI tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai daerah, unsur organisasi kemasyarakatan bernafaskan Hindu, akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan *pesemetonan* se-Bali, serta generasi muda Hindu.
Mengakhiri keterangannya, Cantiasa menegaskan komitmen utama kepengurusan PHDI Pusat masa bakti 2026–2031, yakni membawa PHDI berkembang secara inklusif dan kokoh sebagai rumah besar yang mengayomi seluruh elemen umat Hindu di Nusantara. (JW)
Kadek /Jurnalis Go Indonesia






