BANYUWANGI | Go Indonesia.Id _ Partai demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang berkonsepkan, “loyalitas tunggal” berarti sikap taat dan patuh secara mutlak kepada garis kebijakan partai, ideologi Pancasila, serta keputusan Ketua Umum. Jika seorang kader disebut tak loyalitas tunggal, artinya kader tersebut mendua, tidak patuh, atau memihak kekuatan lain di luar keputusan resmi partai dan Arti Tidak Loyalitas Tunggal di PDIP
brarti mendua (Bermain Dua Kaki), Kader mendukung atau membantu kepentingan pihak luar atau figur di luar garis instruksi partai.
Langkah dan tindakan joenadi suami Desi prakasiwi kekediaman jokowi beberapa waktu lalu murni terindikasi secara langsung mendukung agenda sekaligus deklarasi,”Gibran anak Jokowi presiden 2029″ di solo merupakan bukti nyata bahwa Desi prakasiwi Kader partai PDI Perjuangan DPC kabupaten Banyuwangi,secara nyata melanggar konsep Loyalitas tunggal dan langgar aturan partai serta AD/ART partai PDI Perjuangan.
Dengan Melanggar Disiplin brarti telah Menentang keputusan strategis yang sudah ditetapkan oleh pimpinan tertinggi atau Kongres Partai.Bergeser Ideologi/Arah Keberpihakan kader sudah berubah dan tidak lagi sejalan dengan napas perjuangan organisasi.
Dan Dampak bagi Kader yang dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai akan berisiko terkena sanksi organisasi, mulai dari peringatan keras hingga pemecatan atau pemberhentian status keanggotaan partai secara tidak hormat.
Penulis: Iriek







