Dua Dekade Mengabdi, Guru TK Pertiwi Sungai Limau Titip Harapan kepada Bupati

0ab 76 e1789189479465

DHARMASRAYA | Go Indonesia.id– Di balik senyum dan keceriaan anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Sungai Limau, Jorong Timbulun, Nagari Sungai Limau, Kecamatan Asam Jujuhan, tersimpan kisah panjang pengabdian para tenaga pendidik yang tak selalu terlihat.

Sebanyak 32 orang murid saat ini mendapatkan pendidikan dan pendampingan dari tiga tenaga pendidik, yakni Yusdarni, S.Pd., Vika Kumala Sari, S.Pd., dan Lia Budiarti.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dengan segala keterbatasan, para guru tetap hadir setiap hari, mendampingi anak-anak belajar, bermain, mengenal lingkungan, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini.

Namun, di balik pengabdian tersebut, terselip sebuah harapan besar yang telah lama mereka simpan.

Yusdarni, S.Pd., mewakili para tenaga pendidik TK di Dharmasraya, berharap perhatian pemerintah daerah terhadap guru-guru TK yang mengabdi di lembaga swasta semakin besar. Khususnya bagi mereka yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun dan telah memenuhi berbagai persyaratan, termasuk guru yang telah bersertifikasi.

Harapan itu secara khusus ia titipkan kepada Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, agar para tenaga pendidik yang telah lama mengabdi dapat memperoleh kesempatan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai ketentuan dan kebutuhan pemerintah daerah, “ucap nya Sabtu 12/09/2026.

β€œpara tenaga pendidik sudah mengabdi kurang lebih 20 tahun. Kami hanya berharap ada perhatian dan kesempatan dari pemerintah. Apalagi bagi guru yang sudah bersertifikasi, Semoga suatu hari pengabdian kami bisa mendapatkan tempat dan kepastian,” ujar Yusdarni dengan mata berkaca-kaca.

Bagi para guru, menjadi PPPK bukan semata-mata persoalan status atau pekerjaan. Lebih dari itu, ada penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian, sekaligus harapan untuk menjalani masa depan dengan lebih tenang sambil tetap memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan, “tambah ibu satu anak ini.

Kami tenaga pendidik ini tidak meminta lebih dari apa yang menjadi hak dan kesempatan sesuai aturan.tenaga pendidik hanya ingin pengabdian yang telah bertahun-tahun diberikan kepada generasi penerus Dharmasraya mendapat perhatian dan kesempatan yang layak.

Sebab, di tangan para guru TK inilah, fondasi karakter anak-anak mulai dibangun. Mereka mengajarkan bukan hanya mengenal huruf dan angka, tetapi juga tentang kebaikan, kemandirian, kedisiplinan, sopan santun, serta bagaimana menjadi manusia yang peduli terhadap sesama.

Dua puluh tahun adalah waktu yang panjang. Dan di balik angka itu, ada ribuan hari pengabdian, kesabaran, air mata, serta harapan yang belum pernah padam.

Kini, harapan itu mereka titipkan kepada pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Semoga suara kecil dari ruang-ruang kelas TK di pelosok daerah dapat didengar, dan pengabdian para pendidik yang selama ini setia mencerdaskan anak bangsa mendapat jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Amat/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait