MOROTAI | Go Indonesia.idβ Aktivitas usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai, Maluku Utara, terus berjalan dan mulai memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Hingga 2026, sebanyak 1.034 tenaga kerja tercatat terserap oleh sejumlah pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, mengatakan data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah pusat serta pengelola KEK.
βBerdasarkan laporan PT Jababeka, realisasi investasi pada Triwulan II 2026 mencapai Rp3,5 miliar,β kata Rio, Selasa (22/9/2026).
Dari total investasi tersebut, sekitar Rp1,5 miliar berasal dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), sementara investasi pelaku usaha tercatat sebesar Rp2 miliar.
Sejumlah perusahaan dan lembaga yang tercatat melakukan aktivitas investasi di KEK Morotai antara lain PT Jababeka Morotai, Padang Golf Cikarang, Jababeka Infrastruktur, serta Yayasan Pendidikan Universitas Presiden.
Dari sisi ketenagakerjaan, PT Jababeka Morotai menjadi pelaku usaha dengan jumlah tenaga kerja terbesar, yakni 895 orang.
Kemudian Yayasan Pendidikan Universitas Presiden menyerap 55 tenaga kerja, Biocrop 20 orang, Jababeka Infrastruktur 14 orang, Padang Golf Cikarang 13 orang, Kyudenko 12 orang, Binamitra 10 orang, Samudera Era Abadi 7 orang, Tressbio atau QD Japan 5 orang, dan Royal Castle Investment 3 orang.
Rio mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan investasi di kawasan tersebut agar tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Morotai.
Pemkab Morotai juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pengelola kawasan, serta para pelaku usaha untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
βYang kita dorong bukan hanya investasi, tetapi bagaimana investasi itu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal,β ujar Rio.
Menurutnya, penguatan investasi juga diarahkan pada hilirisasi dan pengembangan sektor ekonomi yang memiliki potensi di Morotai.
Pemerintah daerah berharap keberadaan KEK Morotai dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah (*).
Mir | Jurnalis Go Indonesia.id







