Jalan WKS Diselimuti Debu, Warga Minta Penyiraman Ditingkatkan untuk Cegah Kecelakaan

0A 23

TANJAB BARAT | Go Indonesia.Id – Keluhan warga terkait tebalnya debu di ruas Jalan WKS Kilometer 20 hingga Kilometer 18, Desa Kuala Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kembali mencuat.

Setiap musim kemarau, ruas jalan tersebut disebut warga dipenuhi debu akibat tingginya aktivitas kendaraan tronton pengangkut kayu akasia menuju PT Wirakarya Sakti (WKS).

Bacaan Lainnya

Advertisement

Warga menilai penyiraman jalan yang menjadi tanggung jawab pihak pelaksana atau vendor yang ditunjuk PT WKS belum maksimal. Kondisi itu membuat debu kembali beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat di sepanjang jalan.

Tak hanya mengganggu kenyamanan, warga menilai kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan karena jarak pandang dapat terganggu ketika debu beterbangan.

Kekhawatiran warga semakin kuat setelah mengingat kecelakaan yang terjadi beberapa bulan lalu di depan RM Bareh Solok. Dalam kejadian tersebut, kendaraan yang dikemudikan PJS Kapolsek Merlung, Haryadi, disebut kehilangan kendali akibat jarak pandang tertutup debu dan kemudian menabrak mobil Colt Diesel yang sedang terparkir.

Akibat kecelakaan itu, Haryadi dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Warga juga mengkhawatirkan dampak debu terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang rumahnya berada di sepanjang ruas Jalan WKS tersebut.

Karena itu, masyarakat meminta PT WKS dan vendor pelaksana tidak sekadar melakukan penyiraman secara sporadis, tetapi memastikan pengendalian debu berjalan efektif selama musim kemarau.

Warga bahkan mengusulkan penyiraman dilakukan sedikitnya tiga kali sehari, yakni sekitar pukul 06.00 WIB, sebelum tengah hari, dan menjelang Magrib, dengan volume air yang dinilai cukup untuk menekan debu.

Selain itu, masyarakat meminta aktivitas kendaraan tronton pengangkut kayu dapat disesuaikan ketika proses penyiraman berlangsung agar upaya pengendalian debu tidak menjadi sia-sia.

Warga menegaskan, persoalan debu di ruas jalan tersebut bukan keluhan baru. Mereka berharap PT WKS, vendor pelaksana, dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret, bukan hanya menunggu keluhan kembali muncul.

Masyarakat berharap pengendalian debu dilakukan secara konsisten demi menjaga keselamatan pengguna jalan, mengurangi gangguan terhadap warga, serta menciptakan kondisi jalan yang lebih aman dan nyaman selama musim kemarau.

PT WKS dan pihak vendor diharapkan segera menunjukkan langkah nyata untuk menjawab keluhan masyarakat yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.

REDAKSI


Advertisement

Pos terkait