DENPASAR | Go Indonesia.Id _Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali memperketat pengawasan stok bahan pokok, LPG 3 kilogram, hingga kebutuhan upacara menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026.
Hal itu disampaikan Dewa Indra saat memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Rabu (10/6/2026).
Diketahui, Hari Raya Galungan jatuh pada 17 Juni 2026, sedangkan Hari Raya Kuningan diperingati pada 27 Juni 2026. Menjelang hari raya tersebut, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan diperkirakan meningkat.
“Pengawasan sudah kita lakukan sejak sekarang mengingat Hari Raya Galungan dan Kuningan semakin dekat. Masyarakat juga mulai membeli berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan pokok, daging, bumbu dapur, LPG, hingga sarana upacara seperti bahan banten dan penjor,” ujar Dewa Indra.
Dewa Indra menegaskan, pemantauan tidak boleh berhenti saat Galungan. Menurutnya, pengawasan stok kebutuhan masyarakat harus terus dilakukan hingga beberapa hari setelah Hari Raya Kuningan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan pasokan tetap aman, distribusi lancar, dan harga kebutuhan pokok di Bali tetap terkendali.
“Kita wajib menginformasikan secara luas bahwa ketersediaan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Dengan demikian, masyarakat tidak melakukan panic buying yang berpotensi menimbulkan penimbunan dan kelangkaan barang di lapangan,” katanya.
Dewa Indra juga menekankan pentingnya koordinasi antar-Satuan Tugas (Satgas) Pangan di kabupaten/kota se-Bali. Ia meminta distribusi kebutuhan masyarakat berjalan lancar, tepat sasaran, dan mudah diakses.
Menurutnya, daerah yang memiliki surplus produksi atau cadangan stok dapat membantu daerah lain yang mengalami kekurangan komoditas tertentu.
Ia mencontohkan Kabupaten Buleleng yang memiliki ketersediaan sejumlah komoditas pangan dalam jumlah cukup besar. Stok cabai di Buleleng tercatat mencapai 76,48 ton dengan kebutuhan sekitar 5,34 ton.
Selain itu, stok bawang merah di Buleleng mencapai 145,93 ton dengan kebutuhan 5,93 ton. Sementara stok bawang putih tercatat 191,42 ton dengan kebutuhan sekitar 9,52 ton.
“Kelebihan stok ini dapat dikolaborasikan dengan kabupaten lain yang mengalami kekurangan sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan inflasi Bali hingga Mei 2026 tercatat sebesar 2,99 persen.
Achris mengatakan, perbedaan kondisi ketersediaan dan kebutuhan komoditas di masing-masing daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat inflasi.
Karena itu, pengawasan langsung di lapangan perlu terus dilakukan, khususnya terhadap komoditas strategis seperti beras, cabai, bawang, gula pasir, daging, serta LPG 3 kilogram.
Di sisi lain, Satgas Pangan Polda Bali juga terus melakukan pengawasan dan penindakan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Galungan dan Kuningan 2026.
Selain menggelar pasar murah, Satgas Pangan juga memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran atau praktik kecurangan yang merugikan masyarakat.
Penegakan hukum turut dilakukan terhadap agen maupun pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pengoplosan LPG untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah.
Pemprov Bali berharap penguatan pengawasan stok pangan, distribusi komoditas, pasar murah, dan penindakan hukum dapat menjaga stabilitas harga serta melindungi masyarakat dari potensi kelangkaan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026.
Reporter: Kadek





