Kadis Pertanian Ungkap Dampak El Nino terhadap Kelapa, Pala dan Cengkeh Morotai

0ab 19

MOROTAI | Go Indonesia.id — Musim kemarau yang berlangsung di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian dan perkebunan. Kekeringan hingga kebakaran lahan menyebabkan sejumlah tanaman milik petani mengalami kerusakan bahkan mati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, S.P., MMA, mengatakan dampak tersebut semakin terasa di tengah kondisi lahan yang mengering.(31/8/26)

Bacaan Lainnya

Advertisement

Hal itu disampaikan Tamhid saat diwawancarai Go Indonesia.id usai pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai.

“Musim kemarau akibat El Nino memang berdampak tinggi terhadap petani. Kita tahu banyak terjadi kekeringan, kemudian kebakaran di mana-mana, sehingga banyak tanaman yang mati akibat kebakaran tersebut,” ujar Tamhid.

Menurutnya, tanaman perkebunan menjadi salah satu yang paling terdampak. Tiga komoditas yang disebut mengalami tekanan akibat keterbatasan air yakni kelapa, pala dan cengkeh.

“Yang sangat terdampak adalah petani perkebunan, terutama tanaman kelapa, pala dan cengkeh yang memang tidak mampu disuplai air oleh petani, sehingga banyak yang mati,” katanya.

Selain kekeringan, Tamhid menyebut kebakaran lahan turut memperparah kondisi pertanian. Vegetasi yang mengering, terutama alang-alang dan pepohonan di sekitar lahan, membuat api mudah menjalar ketika terjadi kebakaran.

“Dampak yang paling besar memang karena kebakaran lahan. Semua yang ada di lahan, baik alang-alang maupun pohon-pohon di sekitar, sudah kering. Itu yang berdampak sangat besar kepada petani,” jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai telah menyiapkan stok bibit pengganti. Bibit tersebut nantinya dapat diberikan kepada petani yang tanaman perkebunannya mengalami kerusakan atau mati.

“Kami sudah menyiapkan stok bibit pengganti. Jika ada petani yang membutuhkan bibit, akan kami bantu,” ujar Tamhid, Senin (31/8/2026).

Tak hanya bibit, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan dukungan kebutuhan air bagi petani hortikultura. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas penanaman tetap berjalan meski musim kemarau masih berlangsung.

“Kami juga berencana mendukung kebutuhan air bagi petani hortikultura, supaya petani tidak putus dalam melakukan penanaman,” pungkasnya.

Mir/Jurnalis Go indonesia.id


Advertisement

Pos terkait