Khatib Morotai Ingatkan Pejabat: Jangan Salahgunakan Wewenang

0ab 18

MOROTAI | Go Indonesia.id — Di tengah kemarau yang berkepanjangan, umat Islam di Kabupaten Pulau Morotai menggelar shalat istisqa secara berjamaah sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Shalat istisqa berlangsung di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (31/8/2026), mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIT. Pelaksanaan ibadah tersebut diikuti jemaah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Shalat istisqa tersebut menjadi momentum bagi jemaah untuk bersama-sama memanjatkan doa, memohon ampun, serta melakukan introspeksi diri atas kondisi kekeringan yang melanda wilayah Morotai.

Kondisi kemarau di Maluku Utara terjadi di tengah periode puncak musim kemarau 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyebut puncak kemarau secara umum berlangsung pada Juli hingga September, sementara pengaruh El Nino turut meningkatkan kondisi kering dan mengurangi suplai uap air.

Dalam khotbahnya, khatib, Hi. Rajak Lotar, mengingatkan jemaah bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta berada dalam ketetapan dan hikmah Allah SWT.

Ia mengutip Surah Al-Qamar ayat 49 yang menjelaskan bahwa segala sesuatu diciptakan dengan ukuran dan ketetapan-Nya.

Khatib juga mengajak jemaah menjadikan kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Menurutnya, kondisi yang terjadi hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan alam, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengutip Surah Asy-Syura ayat 30, khatib menyampaikan bahwa musibah yang menimpa manusia dapat berkaitan dengan perbuatan manusia sendiri.

Ia menyinggung sejumlah perilaku yang perlu ditinggalkan, mulai dari kecurangan dalam jual beli, ketidakjujuran dalam menjalankan pekerjaan dan jabatan, hingga keengganan menunaikan zakat dan bersedekah.

“Bila kecurangan merajalela dan zakat jarang ditunaikan, maka salah satu akibatnya adalah tertahannya turunnya hujan,” pesan khatib dalam khotbahnya, Senin (31/8/2026).

Khatib juga mengingatkan bahwa persoalan amanah dan kejujuran dapat terjadi di berbagai lingkungan. Pejabat diingatkan agar tidak menyalahgunakan kewenangan, pegawai menjalankan tugas dengan baik, guru memberikan teladan, siswa menghormati pendidik, serta orang tua tidak mengabaikan pendidikan agama anak.

Karena itu, jemaah diajak menjadikan shalat istisqa sebagai momentum untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan.

“Jalan keluar yang utama adalah bertobat dengan sungguh-sungguh, berjanji memperbaiki segala kesalahan, meninggalkan kecurangan, serta kembali taat kepada Allah SWT dengan tulus dan ikhlas,” kata khatib.

Jemaah kemudian diajak merendahkan diri di hadapan Allah SWT dan memanjatkan doa agar hujan segera diturunkan.

Doa tersebut dipanjatkan agar hujan yang turun menjadi hujan yang bermanfaat, merata di seluruh wilayah Pulau Morotai, tidak menimbulkan bencana maupun kerusakan, serta mampu menghidupkan kembali tanah yang kering, menyuburkan tanaman dan memberikan manfaat bagi manusia maupun hewan.

Di penghujung khotbah, khatib kembali mengajak seluruh jemaah memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

“Qulu qauli hadza, wastaghfirullahal ‘azhim, lakum wa lisairil muslimina wal muslimat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup khatib.

Mir/Jurnalis Go indonesia.id


Advertisement

Pos terkait