MOROTAI | Go Indonesia.id — Kebakaran di Kabupaten Pulau Morotai cenderung terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput alang-alang. Kondisi vegetasi yang mudah kering, terutama saat musim panas, membuat api berpotensi cepat menjalar dan meluas.
Untuk meningkatkan kecepatan penanganan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai tengah menyiapkan inovasi berupa Layanan Laporan Online Satpol PP.
Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pulau Morotai, Akri, mengatakan layanan tersebut dirancang sebagai sistem pengaduan satu pintu. Nantinya, setiap laporan masyarakat yang masuk dapat langsung diketahui seluruh personel Damkar sehingga penanganan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.
“Sekarang saya ada buat inovasi, yaitu layanan laporan online Satpol PP. Kami berharap tahun ini sistemnya selesai dan pada 2027 bisa dianggarkan,” kata Akri saat ditemui Go Indonesia.id di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya digunakan untuk melaporkan kejadian kebakaran, tetapi juga berbagai persoalan ketertiban dan gangguan yang membutuhkan penanganan Satpol PP, termasuk laporan terkait keberadaan sarang tawon.
“Ini sistem online, jadi laporan satu pintu. Jika terjadi kebakaran, semua personel Damkar bisa tahu. Jadi kalau ada laporan, semua harus bergerak,” ujarnya.
Akri menyebutkan, persyaratan yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem tersebut telah disiapkan dan saat ini telah mencapai 100 persen.
Ia berharap inovasi tersebut dapat segera direalisasikan sehingga pada 2027 layanan pengaduan masyarakat sudah dapat diterapkan secara penuh.
“Untuk sementara masih manual lewat telepon. Mudah-mudahan ini bisa diefisienkan, dianggarkan, dan diterapkan pada 2027,” katanya.
Dengan adanya sistem pengaduan satu pintu tersebut, masyarakat nantinya tidak perlu bingung mencari saluran berbeda untuk menyampaikan laporan. Setiap pengaduan dapat disampaikan melalui satu layanan yang terintegrasi, sehingga diharapkan mempercepat informasi diterima petugas sekaligus mempercepat respons di lapangan.
Mir/Jurnalis Go Indonesia.id







