MALAKA | Go Indonesia.id- Krisis air bersih melanda Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Malaka yang meliputi Kecamatan Malaka Timur, Laenmanen dan Sasitamean. Warga di tiga kecamatan tersebut menjerit kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini disampaikan langsung oleh Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sanleo, Ose Besin, yang merupakan warga Dusun Maibiku B, Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur.
WARGA SANLEO JALAN 2 KM PIKUL JERIGEN
Sebagai Anggota BPD Desa Sanleo, Ose Besin mengaku setiap hari menerima keluhan warga soal air bersih.
“Sebagai Anggota BPD Desa Sanleo, saya Ose Besin sampaikan bahwa warga kami di Sanleo, khususnya di Maibiku B, RT 021 RW 011, Foho Oan sangat kesulitan air bersih. Sudah 3 bulan sumur kering. Warga harus jalan 1 sampai 2 kilometer pikul jerigen untuk dapat air,” ujar Ose Besin, Sabtu (11/10/2026).
Menurut Ose Besin, sumur bor yang ada menghasilkan air keruh, kuning dan berbau besi, tidak layak untuk minum dan masak.
“Warga terpaksa beli air tangki Rp 250 ribu untuk 3 hari. Kasihan warga kami. Anak-anak banyak yang diare karena minum air keruh,” jelas Ose Besin.
DAPIL 3 DILUPAKAN
Ose Besin menilai Dapil 3 yang meliputi Malaka Timur, Laenmanen dan Sasitamean seperti dilupakan oleh Pemerintah Kabupaten Malaka.
“Kami di Dapil 3 ini butuh perhatian serius. Kami lumbung asam, kemiri, kelapa, jati. Tapi air bersih saja susah. Kami sudah sampaikan ke Kepala Desa Sanleo, Yeremias Bano, dan sudah diteruskan ke Pemda Malaka, tapi sampai sekarang belum ada bantuan tangki air,” tegas Ose Besin.
Ose Besin berharap Bupati Malaka dan DPRD Kabupaten Malaka dari Dapil 3 segera turun langsung.
“Kami minta Bupati Malaka dan anggota DPRD Dapil 3 jangan hanya sibuk pelantikan di rumah jabatan. Turun lihat kami di Sanleo, Laenmanen, Sasitamean. Kami kesulitan air bersih. Ini tugas BPD untuk sampaikan aspirasi warga,” ujar Ose Besin.
HARAPAN
Warga Dapil 3 berharap ada solusi jangka panjang berupa pembangunan sumur bor dalam yang layak dan jaringan perpipaan air bersih, serta bantuan jangka pendek berupa dropping air bersih dengan mobil tangki.ujarnya
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Kabupaten Malaka belum berhasil dimintai keterangan.
Yulius Klau/Jurnalis Go Indonesia






