TANJUNGPINANG | Go Indonesia.Id β Di tengah perkembangan kehidupan modern yang semakin dinamis, keberadaan Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah (LDTQN) di Kota Tanjungpinang terus berupaya menjadi wadah pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi masyarakat.
Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) merupakan salah satu tarekat besar di Indonesia yang berkembang melalui Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Tarekat ini didirikan oleh Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang lebih dikenal sebagai Abah Sepuh.
Secara historis, TQN merupakan perpaduan dua ajaran tasawuf besar, yakni Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsabandiyah, yang dirintis di Mekkah oleh ulama Nusantara, Syekh Ahmad Khatib Sambas (1803β1875). Melalui penggabungan metode dzikir dan amalan kedua tarekat tersebut, TQN berkembang pesat dan mendapat tempat di hati umat Islam di berbagai wilayah Nusantara.
Abah Sepuh memperoleh bai’at dan ijazah langsung untuk memimpin tarekat dari gurunya, Syekh Ahmad Tolhah, yang merupakan salah satu khalifah resmi Syekh Ahmad Khatib Sambas. Berbekal amanah tersebut, sekitar tahun 1905, Abah Sepuh mendirikan Pondok Pesantren Suryalaya di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Sepeninggal Abah Sepuh, estafet perjuangan dilanjutkan oleh putranya, KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin atau yang dikenal sebagai Abah Anom. Di bawah kepemimpinan Abah Anom, TQN Suryalaya berkembang menjadi pusat pembinaan spiritual yang memberikan pengaruh luas bagi masyarakat Indonesia.
Di Kota Tanjungpinang, ajaran TQN mulai hadir sekitar tahun 2007 hingga 2010. Namun, baru pada tahun 2015 terbentuk secara resmi Lembaga Dakwah Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah (LDTQN). Pembentukan lembaga ini diinisiasi oleh Teh Nia Kurniasih bersama KH Asep Rabbani, seorang ulama asal Jawa Barat.
Perjalanan dakwah TQN di Tanjungpinang kemudian diperkuat dengan bergabungnya sejumlah tokoh dan jamaah, di antaranya Supriyadi, Junaedi, Budi, H. Firdaus, Dadi, serta Upun, yang secara konsisten berupaya mengembangkan syiar tarekat di wilayah Kepulauan Riau.
Saat ini, LDTQN Kota Tanjungpinang dipimpin oleh Budi Hayyun bersama jajaran pengurus dan anggota yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual. Mereka berharap keberadaan LDTQN semakin eksis dan mampu terus menyiarkan ajaran Tarekat Qodiriyah Naqsabandiyah, tidak hanya di Kota Tanjungpinang tetapi juga hingga Kabupaten Bintan.
Melalui pendekatan tasawuf yang menekankan dzikir, pembinaan akhlak, serta kedekatan kepada Allah SWT, LDTQN diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penguatan spiritual masyarakat di tengah tantangan kehidupan modern yang terus berkembang.
Reporter: JiDan/Jurnalis







