Pasir Laut dan Batu Lokal Digunakan untuk Proyek Kampung Nelayan, Ancaman Abrasi Menghantui Pesisir Midai

1d 94

MIDAI | Go Indonesia.id— Pembangunan proyek Kampung Nelayan di Desa Air Putih, Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, menjadi sorotan setelah material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut diduga meliputi pasir laut dan batu lokal. Penggunaan material tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pesisir, terutama ancaman abrasi apabila pengambilan material dilakukan dalam jumlah besar tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Wilayah Kecamatan Midai merupakan kawasan pesisir yang sangat bergantung pada kelestarian lingkungan laut. Pengambilan pasir laut secara berlebihan berpotensi mengubah kondisi garis pantai, mengganggu keseimbangan pesisir, bahkan meningkatkan risiko abrasi di sejumlah titik.
Selain pasir laut, penggunaan batu lokal untuk kebutuhan pembangunan juga perlu mendapat perhatian. Dari mana batu tersebut diperoleh? Apakah pengambilannya telah memenuhi ketentuan dan memiliki izin yang diperlukan? Pertanyaan ini penting agar pembangunan tidak justru menimbulkan persoalan lingkungan baru.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Sebelumnya, saat dikonfirmasi awak media pada 1 November 2026, pihak suplayer berkali-kali menyampaikan bahwa pasir dari luar akan segera didatangkan. Namun, pasir yang dijanjikan tersebut belum juga kunjung datang saat konfirmasi dilakukan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kepastian sumber material yang digunakan dalam proyek Kampung Nelayan tersebut. Jangan sampai masyarakat hanya menerima janji, sementara penggunaan material di lapangan belum mendapatkan penjelasan yang transparan.
Instansi terkait, khususnya dinas yang membidangi lingkungan hidup, diminta tidak tinggal diam. Perlu dilakukan pemeriksaan langsung terhadap sumber pasir laut dan batu lokal yang digunakan, termasuk menelusuri legalitas pengambilan material serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis proyek.
Pihak pelaksana dan suplayer juga harus berani memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Jika material yang digunakan telah sesuai ketentuan, sampaikan dasar dan dokumen pendukungnya agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Jangan sampai proyek yang dibangun dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan justru mengorbankan kelestarian pesisir Midai. Pembangunan boleh berjalan, tetapi keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek, suplayer, serta instansi terkait mengenai asal-usul pasir laut dan batu lokal yang digunakan dalam pembangunan Kampung Nelayan Desa Air Putih.

Hidayat/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait