Pelaku Curas Meninggal Dunia, Keluarga Korban Tolak Autopsi Pada Saat Di Tawarkan Petugas

IMG 20260911 WA0314

PAGAR ALAM | Go Indonesia.id _Kasus Curas terhadap Korban H yang terjadi di sebuah pondok pada tanggal 19 Agustus 2026 di daerah pematang bango Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam masih terus berlanjut sampai sekarang polisi saat ini polisi sudah mengamankan dua dari Lima terduga pelaku dan masih memburu tiga pelaku yang sampai sekarang masih di nyatakan Masuk Dalam Pencarian Orang (DPO).

Dimana dalam kejadian tersebut terduga pelaku JD meninggal usai di tangkap oleh petugas.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, Sik melalui Kasat Reskrim AKP Angga Kurniawan didampingi Kanit Pidum IPDA Dusman,SH membenarkan adanya kabar tersebut.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa kejadian ini bermula dari adanya laporan korban H yang mengatakan telah terjadi Pencurian dengan kekerasan terhadap dirinya yang terduga pelaku berjumlah lima orang.

Dari olah Tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan saksi-saksi polisi berhasil mengamankan dua terduga pelaku AC pada tanggal 21 Agustus 2026 di desa Talang pagar agung kemudian polisi juga berhasil meringkus satu terduga pelaku lagi pada tanggal 22 Agustus yakni JD yang di sinyalir ikut terlibat dalam peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut.

” Dari keterangan terduga AC ada Lima orang yang terlibat melakukan Curas tersebut yakni AC, JD, AD, AN, Dan MM,” ucap Kasat Reskrim saat di Konfirmasi Wartawan Berita ini di ruang Kerja nya Jum’at 11 September 2026.

Kemudian pada saat ingin melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku JD petugas mendengar keluhan bahwa Terduga Pelaku JD mengeluh sakit pada bagian dada kemudian petugas menghubungi Tim Dokter Kesehatan (Dokkes ) Polres Pagar Alam untuk di lakukan pemeriksaan.

Dan dari hasil pemeriksaan Dokkes di sarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Besemah Kota Pagar Alam

Namun naas saat berada di rumah sakit Terduga Pelaku JD meninggal dunia untuk itu petugas langsung meminta pihak rumah sakit untuk melakukan Visum terhadap Jasad terduga pelaku JD.

” Dengan kejadian ini petugas menanyakan apakah keluarga akan melakukan otopsi untuk ungkap kematian terduga pelaku JD namun pihak keluarga menyatakan tidak ingin di lakukan Autopsi terhadap Jasad terduga pelaku JD,” tambah nya .

Di beritakan sebelum nya bahwa dari kejadian ini Korban H mengalami kerugian hingga ratusan juta bukan hanya itu korban juga mengalami kekerasan dimana saat di temukan kaki dan tangan korban di ikat pakai serta mulut korban di sumpal pakai kain oleh para terduga pelaku.

Bukan hanya itu sekujur tubuh korban kepala sampai kaki juga mengalami luka yang cukup berat bahkan tangan korban sempat di siram air panas sehingga kondisi korban kritis dan harus menjalani pengobatan secara intensif.

Belly Steven/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait