BALI | Go Indonesia.id-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Bali masih terus berlangsung hingga hari ini. Lambatnya realisasi pendorongan pasokan dari pihak Pertamina membuat situasi di lapangan tak kunjung membaik, hingga memicu kekecewaan mendalam dari Pemerintah Daerah Provinsi Bali.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, merasa seolah kena “prank” oleh komitmen dan janji pemulihan yang disampaikan oleh manajemen PT Pertamina (Persero). Meski permohonan maaf secara terbuka telah disampaikan dan jaminan normalisasi telah diumbar, fakta di lapangan menunjukkan warga masih harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax.(13/10/26)
Kondisi Lapangan Masih Memprihatinkan
Berdasarkan pantauan di berbagai titik vital seperti Denpasar, Badung, dan wilayah sekitarnya, pemandangan antrean kendaraan mengular masih menjadi pemandangan harian. Stok BBM di tingkat SPBU kerap habis dalam hitungan jam akibat keterlambatan pengiriman dari Depo Pertamina.
Pihak Pertamina sebelumnya berdalih bahwa kelangkaan ini dipicu oleh kendala teknis pada kapal pengangkut pasokanβtermasuk masalah pada jangkar kapal yang memaksa pergeseran jadwal bongkar muat dari pagi ke malam hari. Namun, alibi teknis tersebut dinilai tidak sebanding dengan dampak kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat, terutama terhadap mobilitas harian dan perputaran roda ekonomi daerah.
Desakan Langkah Konkrit dan Normalisasi Segera
Pemerintah Provinsi Bali bersama pihak-pihak terkait secara tegas mendesak Pertamina untuk tidak lagi berlindung di balik alasan teknis atau sekadar menyampaikan permohonan maaf formalitas. Pertamina dituntut segera mengambil tindakan darurat yang konkrit, terukur, dan signifikan guna mengurai krisis energi ini.
Langkah percepatan distribusi armada mobil tangki menuju SPBU-SPBU yang krisis harus segera direalisasikan tanpa menunda waktu lagi, demi mengembalikan kepastian pasokan BBM serta mengakhiri antrean panjang yang melumpuhkan aktivitas warga Bali.(JW)
Kadek/Jurnalis Go Indonesia







