Utang Daerah Lebih dari Rp90 Miliar Disebut Lunas, Bupati Aneng Jelaskan Prioritas Anggaran Anambas

1d 18

ANAMBAS | Go Indonesia.id– Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng, menyerahkan bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Desa Tarempa Barat Daya. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Posyandu Teratai, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kamis (8/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aneng menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Bantuan itu disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Menurut Aneng, penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak-pihak terkait agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang berhak menerima.

Ia juga menegaskan bahwa amanah yang diberikan masyarakat melalui proses pemilihan kepala daerah akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Aneng menyatakan terbuka terhadap kritik dan teguran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan dan mendorong kemajuan daerah.

Prioritaskan Kewajiban Daerah di Tengah Keterbatasan Anggaran

Dalam sambutannya, Bupati Aneng turut menjelaskan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah belum dapat melaksanakan pembangunan secara menyeluruh pada 2026–2027. Kondisi tersebut berkaitan dengan kemampuan fiskal daerah serta kebutuhan untuk memenuhi berbagai kewajiban pemerintah.

Aneng mengungkapkan, ketika mulai menjalankan tugas pada 5 Maret 2025, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih memiliki kewajiban utang lebih dari Rp90 miliar. Menurutnya, kewajiban tersebut telah diselesaikan pada September 2025.

“Untuk tahun 2026–2027 kami belum bisa membangun untuk Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujar Aneng.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kewajiban rutin, termasuk pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dengan jumlah ASN sekitar 5.400 orang, pembayaran gaji dan TPP menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurut Aneng, pendapatan yang diterima ASN juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Penghasilan tersebut dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga turut menggerakkan aktivitas usaha, mulai dari warung, pedagang, hingga sektor ekonomi lainnya.

“Karena dengan dibayar gaji ASN sebanyak 5.400 bisa menghidupkan perekonomian Anambas. Warung hidup, nelayan hidup,” katanya.

Aneng menegaskan, kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan keberlangsungan pelayanan pemerintahan. Ia menyatakan tidak ingin pembangunan dilakukan dengan mengabaikan kewajiban pemerintah terhadap ASN maupun masyarakat.

“Saya siap tidak populer, yang penting anak-anak saya tidak kelaparan,” tegasnya.

Upayakan Pembangunan Jalan Melalui APBN

Selain membahas kondisi keuangan daerah, Bupati Aneng juga menanggapi kondisi jalan menuju lokasi kegiatan yang menjadi perhatian masyarakat.

Ia mengatakan akan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengukuran serta kajian terhadap kondisi jalan tersebut. Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi dasar untuk mengusulkan pembangunan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

“Kalau tidak masuk 2026, insyaallah 2027 atau 2028. Saya suka bangun jalan yang besar-besar dan panjang, karena itu uang APBN pusat. Demi untuk membangun daerah saya siap dimarah,” ujarnya.

Aneng menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memperoleh dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Upaya tersebut, kata dia, mencakup pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, serta fasilitas pendidikan melalui program sekolah rakyat.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Anambas, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

Presiden Prabowo Disebut Tetap Memberikan Perhatian kepada Anambas

Pada kesempatan itu, Bupati Aneng juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menurut Aneng, Presiden tetap memberikan perhatian kepada masyarakat Anambas dan memiliki rencana untuk berkunjung ke daerah tersebut.

“Bapak Presiden kirim salam bahwa masyarakat Anambas ada di hati kita. Pak Presiden tidak lupa. Seandainya beliau lupa, tidak mungkin mengirim sembako kepada kita,” kata Aneng.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara.

Aneng berharap Presiden dapat terus memimpin upaya mewujudkan Indonesia yang semakin makmur dan sejahtera, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dan kepulauan.

Sebanyak 70 Paket Sembako Disalurkan kepada Warga

Dari total 2.489 paket bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia yang disalurkan di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebanyak 70 paket diperuntukkan bagi masyarakat Desa Tarempa Barat Daya.

Penerima bantuan terdiri atas masyarakat kurang mampu, lanjut usia (lansia), anak yatim, serta penyandang disabilitas.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni gula pasir 1 kilogram, teh celup 1 kotak, kopi 320 gram, susu kental manis 535 gram, sarden 426 gram, margarin Blue Band 400 gram, serta tepung terigu 2 kilogram.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain bantuan sembako dari Presiden, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahap X Tahun Anggaran 2026 kepada 16 orang penerima.

Penyaluran kedua jenis bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan warga di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pemerintah daerah berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bambang/Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait