PLN Natuna Belum Punya Solusi Pemadaman, Warga Serasan Desak Pemerintah Bergerak

IMG 20260820 WA0146

NATUNA  | Go Indonesia.Id — Persoalan pemadaman listrik yang terus terjadi di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, hingga kini belum menemukan solusi konkret. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Natuna bersama pihak PLN.

Dalam RDP tersebut, perwakilan PLN menyampaikan bahwa pihaknya belum memiliki solusi konkret untuk mengatasi persoalan pemadaman listrik yang terjadi di Serasan.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Kondisi tersebut semakin mendapat sorotan masyarakat. Pasalnya, pemadaman listrik disebut terjadi berulang kali dan telah mengganggu aktivitas warga, pelayanan publik, maupun kegiatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Camat Serasan hingga saat ini dinilai masih bungkam terkait persoalan tersebut. Saat dikonfirmasi media mengenai kondisi pemadaman listrik dan langkah pemerintah kecamatan, belum ada keterangan yang disampaikan.

Sikap tersebut membuat masyarakat mempertanyakan sejauh mana pemerintah kecamatan memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat Serasan, khususnya terkait pelayanan listrik.

Masyarakat Serasan mendesak pemerintah kecamatan agar segera mengambil langkah nyata dengan menyampaikan persoalan pemadaman listrik tersebut kepada Bupati Natuna.

Kami berharap pemerintah kecamatan jangan hanya diam. Persoalan listrik ini sudah menyangkut kepentingan masyarakat luas dan harus segera disampaikan kepada Bupati,” ujar salah seorang warga Serasan.

Masyarakat juga berharap Pemkab Natuna bersama DPRD Natuna dapat mendorong PLN untuk segera memberikan solusi permanen, bukan hanya penanganan sementara.

Warga menilai listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Karena itu, persoalan pemadaman yang terus berulang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Kecamatan Serasan belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

Baharullazi/ Jurnalis Go Indonesia


Advertisement

Pos terkait