MANOKWARI | Go Indonesia.id __ Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal, Polda Papua Barat resmi meluncurkan program penangkaran benih dan penanaman jagung bagi petani milenial Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan yang digelar di SP 5 Macuan, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Kamis (7/5), ini menjadi langkah strategis membangun kemandirian pertanian di wilayah tersebut.
Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan jawaban atas tantangan riil di lapangan. Selama ini, Papua Barat masih menghadapi keterbatasan benih unggul dan dominasi tenaga kerja dari luar daerah di sektor pertanian. Melalui inisiatif ini, pihaknya ingin mengubah pola tersebut.
“Kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda OAP, agar mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan pertanian modern,” ujar Sulastiana saat memimpin acara tersebut.
Dalam tahap perdana, Polda Papua Barat mendistribusikan sekitar 3 ton benih jagung kepada 178 petani yang tergabung dalam delapan kelompok tani. Lahan seluas 1,5 hektare disiapkan untuk percontohan dengan target produksi mencapai 5 ton. Tidak hanya fokus pada hasil panen, program ini juga memberikan pendampingan teknis mengenai budidaya, pengelolaan benih, hingga prinsip pertanian berkelanjutan.
Sulastiana menambahkan, kehadiran Polri di sini berperan sebagai fasilitator yang menjembatani akses sumber daya dan pengetahuan. Pihaknya berharap para petani milenial ini tidak hanya mampu menanam, tetapi juga menularkan semangat kemandirian kepada generasi lainnya.
“Kita ingin melahirkan petani-petani muda OAP yang mampu menginspirasi, bukan hanya menanam jagung, tetapi juga menanam pengetahuan dan semangat membangun pertanian Papua Barat,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Gudug Kurniawan, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata transformasi peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
“Polda Papua Barat hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang produktif. Diharapkan inisiatif ini mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pertanian, kalangan akademisi dari 20 mahasiswa, serta 11 kelompok tani di Masni, diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lainnya.
Reporter: Iskandar







